KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan Strategi Penanganan Covid-19 di Forum Nasional “Kajian Operasional Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19” secara virtual di Pendopo Bupati, Cibinong, Kamis (29/7). Bupati Bogor didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta Satgas Covid-19 Tingkat Kabupaten.
Ade Yasin menjelaskan, ada lima strategi penanganan Covid-19 yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor diantaranya, pertama, menyelamatkan seluruh masyarakat Bogor yang terancam Covid-19. Kedua, menangani masyarakat sehat yang terkonfirmasi Covid-19 (OTG). Ketiga, menangani masyarakat terkonfirmasi Covid-19 dan bergejala. Keempat, menangani masyarakat yang meninggal akibat Covid-19 baik di rumah sakit atau di rumah. Kelima, menangani dampak Covid-19 yakni dampak sosial dan pemulihan ekonomi.
“Menyelamatkan seluruh masyarakat yang terancam Covid-19 yakni dengan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan, pembentukan kampung siaga dan kampung tangguh Covid, melaksanakan penegakan disiplin melaksanakan pembatasan dan pengetatan, meningkatkan tracking atau tracing, dan percepatan vaksin. Kami mengoptimalkan 3.975 kampung dan RW siaga,” jelas Ade.
Selanjutnya, kata Ade, menangani masyarakat sehat dan terkonfirmasi positif (OTG) yakni dengan mendirikan pusat isolasi desa, pusat isolasi kecamatan dan pusat isolasi kabupaten, serta membentuk Tim Bogor Gercep yang membantu membagikan makanan bagi warga yang isoman.
“Berikutnya, menangani masyarakat terkonfirmasi Covid-19 dan bergejala yakni dengan membuat rumah sakit Covid sebanyak 29 unit, menambah ruang ICU, menambah tempat tidur isolasi, menambah ICU dan Velbed untuk antrian ICU, mendirikan Posko serta Satgas oksigen. Saya juga instruksikan kepada seluruh kepala desa dan lurah untuk untuk mengoptimalkan layanan kedaruratan. Setiap desa harus mengaktifkan call center siaga dan mobil siaga,” ungkap Ade.