Ade menambahkan, menangani masyarakat yang meninggal akibat Covid-19 baik di rumah sakit atau di rumah yakni dengan membentuk Tim Pemulasaran jenazah. Tim Pemulasaran jenazah terdiri dari Linmas, Amil, TNI dan Polri, menambah TPU untuk Covid, membentuk tim negosiasi untuk pemakaman sesuai protokol kesehatan, serta menambah ketersedian peti jenazah.
“Terakhir, menangani dampak Covid-19 yakni dampak sosial dan pemulihan ekonomi. Kami juga melaksanakan percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor. Saat ini sedang berjalan vaksinasi massal serentak di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dua kali seminggu. Dengan target sasaran 160 ribu orang per minggu atau 2.000 orang per kegiatan masing-masing kecamatan. Itu diluar dari yang rutin seperti di Puskesmas, dan rumah sakit-rumah sakit yang ada, kami juga melaksanakan vaksinasi massal di Stadion Pakansari yang biasanya pesertanya paling sedikit 5.000 orang,” paparnya.
Pelaksanaan vaksinasi massal diselenggarakan oleh Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dengan melibatkan 1.070 vaksinator, melibatkan juga guru dan staf kecamatan untuk admin. Penyelenggaraan vaksinasi massal dilakukan secara serentak di 40 kecamatan secara rutin setiap hari Senin dan Rabu selama bulan Juli 2021. Pendaftaran pelayanan vaksin dibuka pukul 07.30 WIB, ditutup pukul 14.00 WIB dan setiap kegiatan vaksinasi massal tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan, kita tahu betapa sulitnya menyamakan persepsi terutama dalam penanganan Covid-19. Jadi marilah kita satu komando, musuh bersama kita saat ini adalah Covid-19 dengan segala variannya.
“Kita memiliki sifat gotong-royong, kita memiliki sifat guyub, ini adalah kolaborasi. Sebetulnya guyub dan gotong royong itu penyatuan dari kolaborasi dan koordinasi, sehingga untuk fungsi pencegahan dan pembinaan bisa kita rinci, dan kita bisa mendapatkan petunjuk dan pemahaman yang jelas,” ujar Letjen TNI Ganip Warsito. (*)