Dialog Bersama PWI, Anies Ajak Pers Hindari Berita Provokatif Jelang Pemilu 2024

JAKARTA – Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mengajak dunia pers untuk menghindari penyajian berita provokatif menjelang Pemilihan Umum 2024.

Hal ini disampaikannya saat berbicara dalam acara “Dialog Capres 2024 Bersama Persatuan Wartawan Indonesia” di kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (1/12).

Anies menekankan bahwa berita-berita provokatif dapat memperkuat polarisasi dalam masyarakat, terutama selama masa kampanye politik.

Post ADS 1

“Berita-berita provokatif hanya akan menguntungkan buzzer dan memperkuat polarisasi di masyarakat. Jadi, jangan beri ‘feeding’ kepada buzzer,” ujar Anies Baswedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan bahwa selama menjabat, ia tidak pernah menggunakan buzzer untuk melawan kritik masyarakat.

Sebagai pemimpin, Anies senantiasa membuka ruang kritik untuk publik dan berjanji tidak akan menggunakan buzzer jika terpilih sebagai presiden.

Anies juga mengajak pers untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dengan membuka ruang kritik dan memberikan kesempatan yang sama kepada pemerintah untuk menjawab kritik tersebut dengan data dan fakta yang ada.

“Pers harus netral dan objektif,” katanya.

Dalam konteks kejahatan, Anies Baswedan mengakui bahwa pers harus berpihak memerangi kejahatan. Namun, ia kembali menekankan perlunya netralitas dan objektivitas dalam melaporkan berita.

Hendry Ch Bangun, Ketua Umum PWI Pusat, menjelaskan bahwa acara dialog Capres Bersama PWI merupakan bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2024.

Acara puncak HPN dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 Februari 2024 di Jakarta. Sebelumnya, PWI telah menggelar acara serupa dengan Capres Ganjar Pranowo pada Kamis (30/11) di lokasi yang sama. (* /DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !