KABUPATEN BOGOR – Langkanya gas elpiji tabung melon 3 kg beberapa hari yang lalu, yang terjadi di daerah bencana yang menimbulkan keresahan warga di Kecamatan Sukajaya dan Nanggung memperoleh perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melaksanakan Operasi Pasar yang dimulai tanggal 8 Desember yang lalu.
Hasil dari operasi pasar tersebut diperoleh penstabilan harga, menjadi harga subsidi dikisaran 16,000 untuk harga agen. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bidang Perdagangan melalui Pedri mengatakan untuk saat ini harga gas di pasaran telah normal kembali.
“Dengan Operasi pasar yang kita lakukan di lokasi bencana untuk wilayah Kecamatan Sukajaya dan Nanggung sejak 5 hari yang lalu untuk menstabilkan harga gas elpiji ukuran 3 kg dengan harga subsidi yang sebelumnya melambung hingga 60ribuan, dan untuk saat ini Alhamdullilah sudah kembali normal” ujar Pedri.
Dan berdasarkan intruksikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, DR. Nuradi SH, MM, Hum, Pedri menambahkan, Disdagin Kabupaten Bogor akan selalu mengawasi kestabilan harga untuk gas elpiji ukuran 3 kg di lokasi bencana dengan bekerja sama dengan pihak pertamina kata Pedri.
“Untuk harga di agen terus kita pantau memang di harga 16,000an apabila ada sampai di konsumen hingga 18,000 dari pengecer masih wajar karena kondisi di lapangan memang masih sulit untuk pendistribusiannya dan terlebih untuk lokasi yang terbilang agak jauh dari agen,” pungkasnya. (*)
