Pada kontestasi kali ini, Akhmad Munir berpasangan dengan Atal S. Depari, sedangkan Hendry Ch. Bangun berduet dengan Sihono HT. Keduanya telah memenuhi syarat minimal delapan dukungan atau 20% dari PWI Provinsi untuk maju sebagai kandidat.
Selain verifikasi berkas, Tim Penjaringan juga membahas Pakta Integritas yang akan ditandatangani tidak hanya oleh panitia kongres (SC & OC), tetapi juga para kandidat dan seluruh Ketua PWI Provinsi.
Tim Penjaringan sendiri diketuai oleh Zulkifli Gani Ottoh dengan anggota antara lain IGMB Dwikora Putra, Totok Suryanto, Marah Sakti Siregar, Diapari Sibatangkayu, Zacky Antony, Lutfil Hakim, Marthen Selamet Susanto, Raja Parlindungan Pane, dan Tubagus Adhi.
Zugito, yang juga Ketua SC Kongres, menegaskan bahwa agenda utama kongres hanyalah memilih Ketua Umum dan Ketua DK PWI Pusat periode 2025–2030.
“InsyaAllah lancar. Beberapa hari lagi kita sudah punya ketua umum baru, maksudnya ketua umum PWI Pusat periode 2025-2030,” katanya sambil berseloroh.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kongres tidak semata-mata soal pemilihan, tetapi juga menjaga kekompakan organisasi.
“Semangat persatuan dan kesatuan PWI menjadi hal yang paling penting, selain pemilihan ketua. Setelah kongres, kita berharap seluruh anggota PWI bersatu kembali demi organisasi,” pungkasnya. (*)