KABUPATEN BOGOR – Enam ruangan kelas yang menampung 143 siswa-siswi dan dua ruang kelas sekolah MI Darul Muttaqin Kampung Cimanggu Dua, Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terlihat sudah tidak layak digunakan untuk aktivitas belajar dan mengajar seperti biasanya. (29/1).

Terlihat bangunan sekolah tersebut atapnya ambruk diduga material bangunan sekolahan yang sudah lapuk dan tak kuat menahan beban berat tekanan terlebih di saat musim hujan. Sehingga dua ruang kelas tersebut sudah dikosongkan pihak sekolah karena kondisinya yang tidak layak.

Untuk sarana dan prasarana belajar dan mengajar seperti bangku telah dievakuasi keluar kelas jauh sebelumnya, karena sudah diketahui ruangan akan ambruk. Dan kondisi tersebut telah dilaporkan ke Kemenag Kabupaten Bogor, namun belum ada tanggapan dan hanya dilakukan survei.

Baca Juga  Caleg Muda Sandi M. Ilham : Bawa Semangat dan Harapan Generasi Muda ke Panggung Politik

Menurut Kepala sekolah MI Darul Muttaqin Kampung Cimanggu Dua Jaeni Dahlan menuturkan, pada tahun 2005, dua bangunan kelas yang menjadi tempat aktivitas belajar mengajar sudah tidak dapat digunakan karena ambruk.

“Dua ruangan bangunan kelas mulai ambuk dari tahun 2005 belum direhabilitasi sama sekali karena kelamaan sehingga kondisinya material kayu di atap banyak yang lapuk dimakan rayap. Ditambah terus diguyur hujan, sehingga semakin mengkhawatirkan Akibatnya, proses belajar mengajar murid dibuat dua sip pagi dan siang sehingga Kondisi ini membuat siswa kurang nyaman saat belajar,” jelasnya.

Baca Juga  Tiga Warga Jonggol Positif HIV

Jaeni Dahkan berharap kepada instansi terkait untuk bisa memperhatian, khususnya untuk sekolahan MI Darrul Muttaqin untuk dapat merehabilitasi ruang kelas agar bisa di gunakan kembali untuk aktivitas belajar – mengajar berjalan seperti biasanya.

Ditempat terpisah Kepala Desa Ciaruteun Udik Thajudin berharap Kemenag Kabupaten Bogor dapat segera merehabilitasi MI Darul Muttaqin.

“Ini kan sarana pendidikan agama, kami selaku pemerintahan Desa merasa punya beban yang besar terhadap bangunan yang mau ambruk, yang seharusnya siswa-siswi dalam belajar harus nyaman untuk pendidikan, kami atas nama pemerintahan Desa meminta kepada kemenag Kabupaten Bogor supaya bisa merehabilitasi sarana tersebut. “Ucapnya.

(Agil)