KABUPATEN BOGOR – Diresmikannya Esports menjadi salah satu cabang olahraga yang akan hadir pada perhelatan PORDA dan PON mendatang menjadi angin segar bagi penggiat game online di Indonesia.
Sehingga berpeluang bagi para gamer untuk menjadi atlet esports untuk turut serta dalam ajang bergengsi di daerah dan di tanah air.
Ketua ESI Kabupaten Bogor, Sandi Muhammad Ilham menuturkan, dengan angin segar yang diperoleh tersebut harus didukung dengan sikap profesionalisme atau fair play dalam olahraga.
Menanggapi dengan beredarnya simbol perayaan agama di dalam salah satu game dan membuat kontroversial. sangat disayangkan oleh Sandi.
“Bagi kami game itu adalah pemersatu bangsa khususnya para pemuda dan pemudi Indonesia. Indonesia banyak beragam agama ini perlu adanya adab keadilan dalam tayangan simbol perayaan agama dalam game.” tutur Sandi
Sandi pun memahami dengan penayangan perayaan agama dalam sebuah game tidak lebih dari peringatan dan ikut serta memeriahkan dalam perayaan hari besar suatu agama.
“Saya faham, adanya penayangan simbol perayaan suatu agama adalah untuk ikut serta memeriahkan dalam suasana yang seru, namun di Indonesia perlu adanya adab keadilan. Jika Natal di jadikan penayangan dalam salah satu simbol perayaan agama, maka perlu tiap hari besar agama di Indonesia pun sama sama di tayangkan. Misalnya untuk yang Islam pada Bulan Ramadhan itu di tayangkan simbol perayaan seperti ketupat dan lain lain,” tandas Sandi. (*)