Kapolres Bogor, AKBP Harun menjelaskan, pelaksanaan ganjil genap dilakukan oleh wilayah-wilayah aglomerasi secara terintegrasi. Ada beberapa langkah yang sudah kita lakukan, kita melihat penumpukan ini ada di Gadog, maka kami membuat terobosan lagi dengan memecah pintu masuk ke Puncak.

“Kita buat tiga titik, yakni masuk dari Cibanon, Sentul Selatan, dan dari Gadog, dengan tiga titik masuk ke Puncak ini, semua kendaraan tidak menumpuk di Gadog. Kemudian kita juga menambah titik-titik pengecekan, untuk bisa mengurangi arus lalu lintas terutama untuk roda dua,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Kapolres Bogor, kita lakukan juga penegakan hukum, agar memberikan efek jera yang tujuannya untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Semoga dengan pertemuan ini kita bisa menyelaraskan gagasan, dengan tujuan masyarakat Puncak nyaman dan wisatawan juga nyaman.

Baca Juga  Headline Bogor | ESI Kabupaten Bogor Akan Menggelar Turnamen Piala Ade Yasin Bupati Bogor

Pengamat tata kota sekaligus Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor Yayat Supriatna menuturkan, Puncak sudah menjadi perhatian serius Presiden, rupanya beliau sudah menegur dua kali bagaimana persoalan Puncak bisa diatasi, oleh karena itu Menteri Perhubungan sampai turun ke Puncak.

“Untuk jangka pendek kita perlu mengeluarkan solusi dalam bentuk regulasi hukum, tapi aturan ini akan mengikuti aturan hukum yang lebih tinggi, dan bagaimana ganjil genap ini bisa menjadi kekuatan besar untuk sementara ketika pandemi masih ada,” tuturnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Pengurus DWP Kabupaten Bogor Masa Bakti 2019 - 2024 Resmi Dikukuhkan

Ia menambahkan, ketika ganjil genap ini dianggap menjadi solusi paling optimal jangka pendek sampai kita menemukan solusi jangka panjangnya, maka kita harus bersatu. Mudah-mudahan apa yang kita gagas hari ini bisa menghasilkan langkah-langkah solutif dan bisa menjadikan Puncak sebagai tempat wisata yang berkualitas. (*)