BOGOR – Sekjend Pemuda Nasional (Pemnas), Sandi Muhammad Ilham menyesalkan perilaku masyarakat dalam merespon himbauan pemerintah untuk menjaga jarak (Social Distancing) dan berdiam diri di rumah jika tidak ada keperluan penting untuk keluar rumah.

“Banyaknya masyarakat masih bandel keluyuran, masyarakat seakan-akan menganggap sepele dan menantang virus, dan giliran kena virus tim medis yang ke teteran. Kondisi sekarang tenaga medis sudah mulai kelelahan karena piket dan banyak yang datang untuk melakukan cek kondisi diri atau tubuh,” tutur Sandi.

Baca Juga  Headline Nasional | Menpora Meyakini Stadion Pakansari Siap Untuk Gelaran Piala Dunia U-20

Untuk tenaga medis yang berjuang di garda terdepan, Sandi berharap pemerintah dapat segera mengadakan serta mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kondisi tenaga medis pun perlu terjaga dengan APD (Alat Pelindung Diri) alat dasar medis ini sangat langka, kalo mahal saja sih masih rela untuk dibeli, tapi ini langka,” jelas Sandi.Dalam kesempatan ini Sandi pun mendukung pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memgambil sikap tegas, bahkan bila dimungkinkan dilakukan lockdown.

“Maka untuk menghindari penyebaran virus karena masih banyak masyarakat yang membandel berkeliaran. Sudah saatnya lakukan lockdown, lockdown adalah tanggap bencana pencegahan alternatif secara massal,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolri Listyo Sigit Prabowo Tunjuk Komjen Ahmad Dofiri Sebagai Wakapolri

Menurut Sandi, jika tidak melakukan lockdown, resiko ekonomi tetap akan lumpuh, masyarakat pun akan banyak yg terkena. Namun jika melakukan lockdown, resiko ekonomi tetap sama akan lumpuh, namun masih banyak masyarakat yang bisa terselamatkan.

“Tanggap bencana bukan hanya aksi realistis, bukan hanya kampanye hidup sehat. Namun lockdown pun merupakan tindakan tanggap bencana,” pungkasnya. (*)