KABUPATEN BOGOR – Gapoktan Tani Lestari kompak meminta bendungan irigasi Cimanaracun yang berlokasi di Kampung Nanggewer Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung untuk dapat segera diperbaiki.

Bendungan irigasi yang mengairi pesawahan dari blok misnan seluas belasan hektar hingga kini kurang berfungsi, dikarenakan badan bangunan irigasi sudah rusak dan bocor.

“Bendungan irigasi yang dibangun pada tahun 2018 dan sudah dua tahun ini instansi terkait belum memperbaiki untuk pemeliharaan nya,” kata Ketua Gapoktan Lestari Kompak Berseri, Momod Rusmana.

Momod keluhkan, saat dibangun, bendungan Cimanaracun hanya tampilannya saja terlihat bagus, tetapi di bagian bangunan bawah saluran airnya diduga tidak sesuai kontruksi, sehingga petani mulai resah karena bangunan tersebut belum diperbaiki.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Ingatkan Cakades Untuk Siap Kalah Dan Siap Menang

“Bangunan bendungan irigasi menghabiskan ratusan juta, Namun kualitasnya tidak sesuai dengan anggaran,” tambahnya.

Lanjut Momod, pertama dibangun kerusakan saluran tidak seberapa, tetapi kurun waktu 3 minggu ini terlihat parah dan bocornya dibeberapa titik hampir 50 meter.”Kita sangat kewalahan karena dua sehari sekali ia memperbaiki lubang lubang air yang bocor” Kami berharap pihak pemerintah untuk segera memperbaiki bendungan irigasi tersebut,” Ujarnya.

Erwin Jamaludin ketua LPM Desa Batutulis mengatakan, bahwa kondisi bendungan irigasi tersebut kerusakannya tidak sedikit, sehingga jika tidak diperbiki secara serius, percuma saja.

“Terdapat bagian hamparan bawah sebelum di cor juga harus menggunakan wermes. Jadi kalau pengerjaannya asal asalan, binatang seperti kepiting akan mudah masuk dan meruksak sejumlah saluran air,” jelasnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Jelang Berakhir Masa Tanggap Darurat, 2.000 Hunian Tetap Siap Dibangun

Juru pengairan UPT Insfastruktur Irigasi kelas A Wilayah V, Dani mengatakan, perbaikan bendungan irigasi sudah diusulkan ke UPT dan Kasubag TU untuk dilakukan pemeliharaan.

“Kebocoran bendungan Cimanaracun pun sebelumnya sudah ada laporan dari petani, maka itu perbaikan bendungan tersebut direncanakan pada 2021,” Ujarnya.

“Termasuk pelaksanaan bangunan irigasi tersier yang mengairi ke blok landeuh informasinya dimasukan dianggaran ( ABT )Alokasi Bantuan Tambahan yang dilaksanakan 2021,” Mudah – mudahan bulan sekarang ini sudah terealisasi karena pihak UPT Pengairan sudah menusulkan ke Dinas PUPR. ” Pungkasnya.

(Agil)