Gas Elpiji 3 Kg Langka di Kota Bogor, Kang Rozi Desak Pemda dan Pertamina Lakukan Evaluasi

Dok. Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Rozi Putra (Kang Rozi) /Ist)

KOTA BOGOR – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) yang terjadi di Kota Bogor dan sekitarnya memicu keresahan di kalangan masyarakat. Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Rozi Putra, mendesak pemerintah daerah dan PT Pertamina untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan ketersediaan dan distribusi gas elpiji yang tepat sasaran.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg . Antrean panjang di pangkalan, serta tidak adanya stok di pengecer, menandakan adanya masalah dalam mekanisme distribusi yang harus segera dibenahi,” ujar Kang Rozi dalam keterangannya, Selasa (4/2).

Rozi menegaskan, kebijakan terbaru yang membatasi penjualan gas subsidi hanya di pangkalan resmi harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur distribusi yang matang.

Post ADS 1

“Transisi ini harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai aturan baru justru menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Sebagai solusi, Rozi mengusulkan beberapa langkah strategis:

  1. Audit Distribusi dan Monitoring Stok, Pemerintah daerah bersama Pertamina diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi elpiji 3 kg untuk memastikan tidak ada permainan di tingkat agen dan pangkalan.
  2. Penguatan Pengawasan di Lapangan, Pemerintah Kota Bogor perlu membentuk tim khusus untuk mengawasi penyaluran gas subsidi dan memastikan harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
  3. Peningkatan Kuota dan Pasokan Tambahan, Jika kelangkaan terus berlanjut, perlu ada langkah cepat berupa tambahan kuota bagi wilayah-wilayah yang terdampak agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
  4. Edukasi dan Sosialisasi kepada Masyarakat, Pemerintah perlu mempercepat sosialisasi mengenai mekanisme pembelian gas subsidi di pangkalan, termasuk syarat penggunaan KTP, agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat dalam situasi seperti ini. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kebingungan, apalagi sampai beralih ke kayu bakar karena kesulitan mendapatkan gas elpiji. Ini masalah yang harus diselesaikan dengan cepat dan tepat,” tutup Rozi. (*/DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !