KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor terus melakukan pendataan rumah rusak akibat gempa. Data sementara tercatat ada 92 rumah di lima kampung yang mengalami kerusakan.

Sekretaris Desa Purwabakti, Wahyu, menerangkan, data sementara rumah warga yang rusak ringan sebanyak 50 unit, rusak sedang 38 unit dan rusak parah 4 rumah. Yang tersebar di lima kampung berbeda. Yakni Kampung Cisalada, Cigarehong, Cisalak, Cipamubutan dan Campedak.

“Saat gempa, semua warga ke luar rumah karena takut rumahnya roboh kena gempa,” ujar Wahyu, Selasa (10/3) sore.

Yang jelas, ia menyebut tak ada korban jiwa atas musibah tersebut. Dan Pemerintah Desa juga telah melaporkan bencana alam gempa ini ke pihak Kecamatan Pamijahan. “Kita sudah laporkan sambil terus melakulan pemantauan,” tandasnya.

Baca Juga  Aksi Anarkisme Genk Motor di Gunungputri Bogor Makan Korban

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana berharap Pemerintah Desa agar dapat melakukan pendataan pada rumah – rumah yang rusak, dan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

“Saya sangat prihatin dengan musibah yang terjadi dan masyarakat diharap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah ini, Saya juga mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama sama untuk membantu baik pikiran, tenaga dan harta buat membantu meringankan saudara kita yang terkena musibah. kepada Perusahaan perusahaan yang ada di Pamijahan agar segera ikut membantu warga sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ucap Ruhiyat.

Baca Juga  Headline Bogor | Tim Gugus Kabupaten Bogor Tegaskan Rapid Test Bagi ODP, PDP dan OTG Gratis

Ruhiyat pun meminta Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) untuk segara turun ke lokasi bencana.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa pusat gempa berada di darat 13 kilometer Timur Laut Kabupaten Sukabumi.

Gempa berkekuatan magnitudo 5.0 ini terjadi tepat pukul 17.18.05 WIB. Dalam laman bmkg.co.id, gempat disebut tak berpotensi tsunami. Namun masyarakat diminta hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

(Agil)