“Kami mendukung penuh kegiatan GBA Volume II ini. Kami sangat berempati terhadap kejadian-kejadian tawuran yang ada. Kasihan orang tua yang sudah bersusah payah melahirkan, membesarkan, dan menyekolahkan. Jangan sampai buntutnya di jalanan hanya tawuran, menghilangkan nyawa orang, dan berakhir di penjara,” ungkap Jovan.
Ia menilai ajang olahraga seperti GBA dapat menjadi sarana efektif untuk membina potensi generasi muda sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan Kota Bogor maupun Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan Yayasan CAS telah berkontribusi besar dalam membina pemuda melalui berbagai kegiatan positif, baik di bidang olahraga maupun sosial.
“Karena Yayasan CAS tidak hanya bergerak di bidang olahraga seperti tinju dan pengembangan MMA, tetapi juga aktif di bidang sosial. Jika tidak ada kegiatan olahraga seperti ini, potensi tawuran akan berkurang. Lewat ajang ini, kita juga sekalian melakukan penjaringan untuk persiapan Porprov,” jelas Anas.
Di sisi lain, Ketua Panitia GBA Volume II 2026, Afit Gunawan, menyebut peserta tahun ini didominasi pelajar SMA/STM, terutama pada kelas berat 65 kilogram. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjaring atlet-atlet potensial.
“Tujuan utama kami tetap pada komitmen stop tawuran dan bunuh narkoba dengan prestasi. Melalui 53 partai pertandingan hari ini, kami bekerja sama dengan Pak Jovan selaku perwakilan Pertina untuk menjaring bibit-bibit potensial yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan menjadi atlet tinju berbakat bagi Kota Bogor,” pungkas Afit. (DR)