Menurut Gus Mis (Tokoh Intelektual Muda NU sekaligus Youtuber Islam Ramah TV), Filterisasi media sangat penting kenapa penting untuk meminimalisir berita bohong seperti yang konflik konflik yang terjadi di negara negara timur tengah tentang saling kirim rudal adalah hoax yang dibuat.
Pancasila adalah jatidiri bangsa Indonesia yang sudah tertanam pada individu individu putra putri bangsa Indonesia. Pancasila datang dari bumi, di gali oleh para founding father bangsa, menjadi warisan genius yang tumbuh subur melalu fase fase dimulai dari fase Pembuahan-pembentukan dan fase pengukuhan. Pancasila mampu merefleksikan cita cita merdeka timbul dari gerakan gerakan intelektual.
Ken Supriono (Tokoh Millenial Banten) juga mengatakan, Bicara sosial media di ibaratkan air dan ikan satu kesatuan. Pancasila sebagai falsafah dan pengetahuan merupakan pokok pikiran moralitas dan haluan kebangsaan menurut alam Pancasila.
“Membumikan Pancasila sama dengan menanam kebajikan, yang didalamnya ada bibit, tanah dan pupuk. Yangmana bibit itu sendiri adalah ilmu Pancasila, Manusianya sebagai tanah dan persatuan menjadi pupuknya. Kalau dulu Soekarno bilang Hamanya adalah imperialisme barat, hama pada saat itu yang mampu di analisa yang mungkin berubah wujud bahwa hama saat ini adalah bangsa sendiri.” tegasnya.
Akademisi Muda Univ. Paramadina Faris Budiman Annas, M.Si. menuturkan, Bijak bermedia sosial adalah ciri kedewasaan milenial. Menanamkan esensi Pancasila sebagai instrumen bernegara sebagai cara membumikan Pancasila
“Bijak dalam menerima informasi, menelaah kebenaran dan manfaat sebelum membagikan informasi. Kabar baik juga datang dari Kominfo yang menciptakan ruang sarana pengaduan untuk lebih aware terhadap informasi yang dikenal dengan Aduankonten.com.” tuturnya.