KOTA BOGOR – Ratusan mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melakukan aksi demontrasi di Jalan Sudirman, Bogor Tengah. Aksi ini menolak wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan serta wacaba tiga periode presiden. Sabtu (9/4)
Berseragam almamater berwarna hijau, ratusan mahasiswa datang dengan membawa alat peraga seperti spanduk bertulisan, mobil berpengeras suara dan lainnya. Lantaran kedatangan mahasiswa dihadang langsung oleh pihak kepolisian, aksi dorong pun tak terhindarkan.
Sebelumnya, aksi tersebut menyusul aksi yang sudah dilakukan mahasiswa Universitas Pakuan di Jalan Ir. Djuanda pada Jumat, 8 April 2022 kemarin.
Selain itu, para mahasiswa menuntut Presiden Jokowi untuk dapat mengevaluasi kinerja para jajaran kabinet yang bertanggung jawab dalam memastikan ketersediaan komoditas yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bahan pangan pokok yang murah untuk seluruh rakyat Indonesia.
Menuntut dan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia agar tidak menjadi penghianat amanat Reformasi dengan alasan apapun, seperti wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan dan wacana 3 periode.
Menuntut serta mendesak Presiden Jokowi dan pemerintah untuk mengkaji ulang tentang kenaikan harga BBM jenis pertamax serta menolak keras wacana kenaikan harga pertalite dan gas elpiji 3kg.
Menuntut serta mendesak Presiden Jokowi dan pemerintah pusat agar membatalkan kenaikan PPN, yang dimana kenaikan PPN akan berdampak pada kenaikan segala harga bahan pangan kebutuhan rakyat Indonesia
Mendesak Kementerian Perdagangan segera menuntaskan oknum oknum mafia minyak di Negara Republik Indonesia. Dengan tuntutan tersebut, mahasiswa memberikan waktu kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah untuk dapat mengambil sikap dan mengeluarkan statement resmi dalam waktu 2×24 jam.
“Apabila sampai dengan watu yang ditentukan tidak ada respon yang diberikan, kami siap untuk berlipat ganda dan turun aksi kembali dengan massa yang lebih besar,” ucap salah satu mahasiswa saat berorasi.
(DR)