KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama para tokoh keagamaan mewakili seluruh agama di Indonesia, menyuarakan komitmen untuk memelihara kerukunan antar umat beragama dalam kegiatan Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bogor yang berlangsung di Hotel Gemilang, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung. Kemarin (20/3)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Kepala Kesbangpol Kabupaten Bogor, Wawan beserta puluhan umat beragama yang tergabung dalam FKUB.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan eksistensi berbagai elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian, kebersamaan dan persatuan bangsa di tengah keberagaman. “Harapannya tumbuh kondisi sosial kemasyarakatan yang damai serta kondusif dan juga harus ada outcome dari kegiatan tersebut,“ tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan ruang kepada setiap pemeluk agama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dipercaya. “Tentunya dengan kesempatan beribadah. Kesadaran untuk menjunjung tinggi moralitas, etika dan hukum juga turut meningkat, “katanya.
Iwan menegaskan, beragama merupakan hak asasi manusia yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apapun. Setiap pemeluk agama juga dilindungi dengan Undang-Undang. Lanjut Iwan, bangsa Indonesia dibangun di atas pondasi keanekaragaman suku bangsa, bahasa, ras, budaya, agama dan lain-lain. “Artinya kita harus membuka diri terhadap fakta keberagaman. Seperti contoh tata cara dan sistem ibadah yang berbeda-beda,“ ungkapnya.
Dirinya berharap, FKUB bisa menguatkan komitmen untuk mengembangkan potensi sebagai pemeluk agama yang taat serta mampu menjadi perekat umat, pembawa kedamaian dan sumber inspirasi masyarakat. “Supaya kualitas lingkungan berkaitan dengan keimanan sesuai agama masing-masing juga ikut mengalami peningkatan,“ pungkasnya.
Ia juga meminta kepada pengurus FKUB untuk menjaga kondusivitas khususnya di Kabupaten Bogor menjelang Pemilihan Umum yang akan berlansung sebentar jangan sampai ada konflik yang terjadi. (*)