
INTERNASIONAL – Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menyerahkan empat tentara perempuan Israel kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Gaza, Sabtu (25/1).
Pembebasan ini dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran dengan Israel, di mana sekitar 200 tahanan Palestina dibebaskan.
Seperti dilaporkan Reuters, keempat tentara perempuan Israel tersebut muncul di podium di Kota Gaza di tengah kerumunan besar warga Palestina, dikelilingi oleh puluhan anggota Hamas yang bersenjata.
Para tentara tersebut melambai dan tersenyum sebelum dibawa oleh kendaraan ICRC menuju pasukan Israel.
Pertukaran pada hari ini merupakan yang kedua sejak dimulainya gencatan senjata pada Ahad lalu. Sebelumnya, Hamas menyerahkan tiga warga sipil perempuan Israel sebagai imbalan pembebasan 90 tahanan Palestina.
Gencatan senjata ini merupakan hasil dari negosiasi panjang yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir, serta didukung oleh Amerika Serikat.
Perjanjian tersebut menghentikan pertempuran untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata singkat pada November 2023.
Setelah dibebaskan, para tentara perempuan Israel akan berkumpul kembali dengan keluarga mereka di pangkalan militer Israel dekat perbatasan Gaza sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit di Israel tengah, menurut Kementerian Kesehatan Israel.
Di pihak Palestina, Hamas menyatakan bahwa 200 tahanan yang dibebaskan termasuk militan yang divonis seumur hidup atas keterlibatan dalam serangan mematikan, serta tahanan yang ditahan tanpa dakwaan selama bertahun-tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 orang akan dideportasi.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !