
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat untuk turut serta mendonorkan darah demi membantu para penyintas.
“Data yang kami terima menunjukkan jumlah penyintas thalassemia di wilayah Bogor Raya sudah mencapai kurang lebih 600 orang. Sementara ketersediaan kantong darah belum mampu memenuhi kebutuhan itu. Setetes darah yang kita sumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi mereka,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Persatuan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) Bogor Raya. Koordinator POPTI, Edi Kuntoro, menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif HIPAKAD.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kerja nyata dari HIPAKAD. Kegiatan seperti ini sangat membantu, tidak hanya secara medis, tetapi juga secara psikologis bagi anak-anak dan keluarga mereka,” kata Edi.
Pihak Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Bogor pun menyatakan dukungan penuh. Heru, perwakilan UDD, berharap kegiatan donor darah untuk penyintas thalassemia bisa terus berlanjut.
“Kami dari PMI sangat mendukung dan siap terus berkolaborasi. Donor darah untuk penyintas thalassemia ini adalah kebutuhan yang sifatnya mendesak dan berkelanjutan,” ujarnya. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !