KOTA BOGOR – Dalam rangka memperingati 10 muharram , HMI Cabang Kota Bogor melakukan santunan bagi anak yatim piatu di sekitar Sekretariat HMI Cabang Kota Bogor, dalam kegiatan tersebut pengurus HMI Cabang Kota Bogor mengunjungi setiap rumah anak yatim piatu, hal itu di lakukan mengingat masih belum di bolehkannya melakukan suatu perkumpulan di Kota Bogor.

Fauzi Iskandar selaku Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat HMI Cabang Kota Bogor menuturkan, kegiatan ini bagian dari rancangan program kerja HMI Kota Bogor, ia berharap dengan bantuan diberikan kepada anak yatim piatu bisa bermanfaat, terlebih di masa pandemi.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyantuni anak yatim, salah satunya dengan berbagi,” lanjutnya

Baca Juga  MENCARI MASA DEPAN BOGOR

Ivan Fadillah selaku Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat Hmi Cabang Kota Bogor menambahkan , Program santunan anak yatim piatu merupakan kegiatan wajib yang harus di lakukan di setiap tahun, akan tetapi di kesempatan kali ini situasinya berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, yang biasanya kegiatan ini di lakukan di sekretariat.

“Untuk itu kami tidak mengundang anak yatim piatu, di tahun ini di karenakan situasi dalam keadaan covid-19 yg masih tinggi di kota bogor dan adanya larangan suatu perkumpulan, maka konsep santunan ini pun kita rubah dengan cara “Saba yatim” berkunjung dan bersilaturahmi kerumah anak yatim piatu dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” terang Ivan.

Baca Juga  Jawa Barat Siaga 1, Bima-Dedie Ajak Warga Bogor Doa Bersama Saat Gerilya 30 Titik | Headline Bogor

Selain melakukan santunan HMI Cabang kota bogor pun membagikan masker kepada anak yatim piatu guna membantu pencegahan penyebaran covid 19 Dan mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker ketika berkegiatan diluar rumah dan beberapa cara meminimalisir penyebaran covid 19.

Dalam ajaran Islam kita diperintahkan untuk senantiasa memperhatikan nasib anak anak yatim. Oleh karena itu menyantuni anak yatim menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai umat islam

“Anak-anak merasa terharu dan senang karena di tengah wabah Covid-19 yang mendera perekonomian, mereka merasa masih ada yang memperhatikan, membuat mereka sejenak seolah lupa dengan situasi pandemi ini,” ujar Ivan sambil mengakhiri. (*)