KOTA BOGOR – Dalam beberapa pekan hari ini mahasiswa tidak henti-hentinya berdemonstrasi di gedung DPR dan MPR untuk menolak peroblematika tentang RUU KPK dan RUU KUHP. Tidak ada yang salah dengan mahasiswa ikut berdemonstrasi terhadap isu-isu persoalan negara ini, begitupun dengan persoalan kemanusiaan maka itu pun perlu aksi positif secara kolektif.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Pakuan menginisiasi menggelar aksi penggalangan dana bencana untuk membantu korban Ambon dan sekitarnya, Aksi penggalangan dana untuk korban Gempa dilakukan di seputar kampus Uinveristas Pakuan, Tugu Kujang dan Taman Sempur Bogor. (30/9/2019)
Tujuan dari aksi tersebut, untuk mengetuk hati saudara – saudara kita untuk membantu para korban yang tertimpa musibah gempa bumi di Kota Ambon Provinsi Maluku pada beberapa hari kemarin.
Dalam aksi ini pula, HMI menghimbau kepada semua elemen masyarakat di Kota Bogor untuk berpartisipasi dan bahu membahu untuk membantu korban yang terkena musibah gempa bumi di Kota Ambon dan sekitarnya,
“Ada beberapa ternyata mahasiswa dan elemen masyarakat yang peduli akan penggalangan dana kami teriutama kepedulian mereka ada yang memberi obat-obatan, pakaian layak pakai, uang dan kebutuhan pokok untuk kami salurkan terhadap saudara-saudara yang terkena musibah di Ambon Maluku,” ujar Peserta Aksi Galang Bantuan.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan BPBD Provinsi Maluku tanggal, gemba bumi yang berawal 6,8 skala richter sampai dengan hari ini gempa susulan terus berlangsung sampai 77 kali. Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 30 orang dan luka-luka 156 orang. Dan dampak Gempa, Aktivitas Belajar Mengajar di Seram Bagian Barat Lumpuh Kemudian, di Kabupaten Seram bagian barat, terdata 6 korban meninggal dan 17 luka-luka. Terakhir, di Kabupaten Maluku Tengah, BNPB mencatat 14 orang meninggal dan 208 korban luka-luka.
“Karena duka mereka (Korban Gempa Ambon) adalah duka kita semua, sebagai satu Bangsa Indonesia” yang harus peduli antar sesama. (*)