BOGOR – Melihat masih maraknya fenomena radikalisme yang mengatasnamakan agama, membuat santri-santri dan alumni pondok pesantren resah, pasalnya pemahaman yang radikal ini tidak lurus, dan khawatir akan merugikan masyarakat Islam.

Merespon fenomena tersebut, Ikatan Alumni Putri Pondok Pesantren Al-Fiqoriyah (IKAP) menggelar Diskusi Publik Dan Media dengan mengangkat tema Mengungkap Implementasi Negatif Radikalisme Dakam Kehidupan Masyarakat . Bogor (28/01)

Danil Zuchron, salah satu pemantik pada diskusi tersebut menjelaskan dii Indonesia, pengaruh radikalisme dan ektrimisme itu bisa dirasakan dan dilihat dengan mudah. Jumlah pemuda-pemuda Indonesia yang terpengaruh faham radikal tidaklah sebanding dengan jumlah mainstream umat Islam yang moderat. Akan tetapi karena mereka mempunyai militansi yang tinggi, terlatih secara militer (teror) dan adanya jaringan Internasional, maka keberadaannya mulai mengganggu ketentraman, ketertiban, stabilitas keamanan khususnya iklim toleransi beragama yang merupakan sendi utama peradaban Indonesia.

Baca Juga  Headline Bogor | Ketua Presidium Dewan Pimpinan PMKRI Bogor Lantik 7 Anggota Baru

“Sebenarnya jumlah mereka sedikit dibanding dengan yang Islam moderat, tapi karena mereka militan dan ditopang jaringan internasional, keberadaan mereka jadi mengganngu keamanan dan perdamaian” turur Danil.

Dia pun menjelaskan sikap bahwa radikal boleh dilakukan namun harus sesuai dengan tempatnya, dulu kita juga radikal yaitu saat kita mengusir penjajah dari negara kita, namun gerakan radikal hari ini berbeda, bukan untuk memperkuat negara kita, namun sebaliknya malah untuk merong-rong negara kita.

“Radikal boleh dilakukan namun harus sesuai dengan tempatnya, dulu kita juga radikal yaitu saat kita mengusir penjajah dari negara kita, namun gerakan radikal hari ini berbeda, bukan untuk memperkuat negara kita, namun sebaliknya malah untuk merongronng negara kita” imbuh Danil.

Baca Juga  Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan “PLN Mobile”

Danil pun menegaskan jika ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang berupaya merongrong keutuhan NKRI, maka kita wajib untuk menentangnya sebagai bentuk keimanan kita. Tentunya dalam hal ini harus dengan cara-cara yang dibenarkan menurut aturan yang ada karena kita hidup dalam sebuah negara yang terikat dengan aturan yang dibuat oleh negara.

“Kalau ada yang merongrong negara kita ya harus dilawan, tentunya dengan cara yang dibenarkan juga” imbuh Danil.