Membunuh orang yang tidak satu pemikiran dengan mereka dianggap jihad, namun ini adalah pemahaman yang salah, mereka melandaskanya benar dengan dalil agama, hanya saja itu masuk kategori pemahaman yang salah. Islam itu membawa rahmat, ketentraman, bukan malah menakutnakuti.
“Mereka berfikir kalau itu adalah jihad, padahal mereka salah dalam memahami agama” pungkas Ikhrom.
Muhammad Rohim Hidayatulloh, M. Si, pemateri ketiga menjelaskan bahwa dampak daripada adanya fenomena radikalisme ini adalah minimnya akhlak.
“Radikalisme karena minimnya akhlak” tutur Rohim.
Menutut dia, radikalisme bisa merusak tatanan kehidupan yang telah diangun oleh pendahulu kita serta intoleransi yang berfikir benar menurut dia, dan pendapat orang lain salah.
“Radikalisme merusak tatanan dan menyebabkan intoleransi” imbuh Rohim.
Menurut dia, radikalisme itu tidak melulu hanya berasal dari penyempitan pemahaman agama, namun juga adanya kesenjangan sosial, hukum yang tajam kebawah dan tumpul keatas, pembanguan yang tidak merata, menurut saya ini juga bisa memicu munculnya radikalisme dan sparatisme di masyarakat.
“Selain pemahamana agama, adanya kesenjangan sosial dan ketidak adilan hukum itu juga bisa menyebabkan radikalisme” tegas Rohim. (*)