Indonesia menekankan bahwa, kemitraan ASEAN dan EU ke depan perlu terus menjunjung prinsip saling menguntungkan bagi kedua kawasan, setara dan non diskriminatif untuk dapat membangun peningkatan kemitraan ASEAN dengan UE yang strategis.

Dalam pertemuan yang dihadiri 10 Menlu ASEAN dan 23 Menlu dari negara-negara Uni Eropa tersebut Para Menlu ASEAN dan Uni Eropa menegaskan komitmen bersama untuk mendorong prinsip mutilateralisme baik dalam pengadaan vaksin, peningkatan perdagangan kedua kawasan, pemulihan ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup.

Telah dibahas juga berbagai tindak lanjut dari pending issues dalam kemitraan antara lain finalisasi pembahasan menuju negosiasi FTA, finalisasi CATA (Comprehensive Air Transport Agreement), dan implementasi dari Plan of Action 2018-2022, serta implementasi Joint Statement on Connectivity.

Baca Juga  Headline Internasional | BRN Dukung Sikap Komuniti Antara Bangsa Guna Akhiri Konflik Palestina – Israel

Hasil utama dari pertemuan ini adalah kesepakatan kedua pihak untuk meningkatkan kemitraan ASEAN-Uni Eropa menjadi kemitraan strategis, dalam rangka peningkatan hubungan dan kerja sama di berbagai bidang. Pertemuan ini juga menghasilkan 2 outcome document, yaitu ASEAN-EU Joint Ministerial Statement on Connectivity, dan Co-Chair’s press release.

(sumber: Kementerian Luar Negeri)