KOTA BOGOR – Tertutupnya ruang koalisi antara PDI Perjuangan dan Partai Amanat Perjuangan (PAN) dalam helaran Pilwalkot Bogor 2018 menjadi catatan tersendiri bagi Sugeng Teguh Santoso, pasalnya sejak awal mendaftar menjadi bakal calon walikota di PDIP,  pria yang akrab disapa STS ini konsisten untuk melawan Bima Arya yang juga sebagai Petahana Walikota Bogor.

“Sejak awal saya konsisten,  agar PDIP memajukan kadernya yaitu Kang Dadang untuk maju jadi F1 dan saya F2 nya, ” Kata STS,  kamis (15/12).

Bakal Calon Walikota yang trend dengan tagline “Sang Pembela” ini kembali menuturkan, konsistensi dirinya mendukung DID untuk melawan Petahana ini dilakukan sejak seleksi ditingkat DPD maupun ditingkat DPP. “Saat ditanya tim seleksi di DPD dan DPP saya katakan bahwa, PDIP harus memajukan DID untuk Walikota dan saya Wakilnya, ” tegasnya.

Baca Juga  Pohon Berusia 60 Tahun Tumbang Di Jalan Jalak Harupat

Sementara Pengamat Kebijakan Publik Abdul Fatah saat dihubungi engingengnews.com mengatakan, harus diakui Petahana memang kuat karena sudah bekerja selama 4 (empat) tahun tapi bukan tak bisa dikalahkan. Pria berkumis yang sibuk keliling Indonesia ini mendukung langkah PDI Perjuangan yang kadernya siap melawan petahana. Menurutnya, karena PDIP tidak bisa maju sendiri, dan hanya butuh 1 (satu) kursi tambahan maka harus berkoalisi dengan partai lain misalkan dengan PKB, hanura, PPP atau mungkin dengan Demokrat.

Baca Juga  KOREM 061/SK SELENGGARAKAN SILATURAHMI BERSAMA INSAN PERS SE-WILAYAH KOREM 061/SK | Headline Bogor

“DID atau STS adalah Kader yang cerdas, kuncinya ada pada partai pasangan koalisinya, mau PKB, PPP atau Demokrat,” pungkasnya. (boy)

sumber www.engingengnews.com