KOTA BOGOR – Dalam memperingati Hari Antikorupsi se-Dunia Tahun 2022, para perwakilan dari berbagai unsur hadir di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Jum’at (9/12).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk obrolan santai (Obras) yang memasuki edisi ke-4 berjalan lancar dengan mengusung tema “Korupsi Bahaya Laten dan Hantu Pembangunan”.
Acara yang dipandu oleh Host atau Moderator, Arifin, yang juga sebagai President of Obras, dibuka sekitar jam 13.30 WIB dengan diawali doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya.
Seusai acara, salah satu Narasumber yang hadir dari perwakilan KAI (Kongres Advokat Indonesia) ISL, Ari Indra David, di depan Awak Media menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada pihak pelaksana Obras dan Kantor Hukum BF & Rekan (BF Law Office & Partners).
“Yang pertama saya mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang besar kepada Obras yang difasilitasi oleh President of Obras dan BF & Rekan. Kami mengapresiasi Obras ini, mudah-mudahan acaranya tidak hanya cukup di edisi ke-4 tetapi juga ada edisi ke-5, edisi ke-6 dan edisi seterusnya”, harapnya.
“Seperti yang disampaikan, tadi saya lihat audiennya sangat ramai dari perwakilan guru, mahasiswa, siswa dan beberapa aktifis dan penegak hukum dari kepolisian juga pemerintahan memberikan apresiasi kepada Obras”.
“Memang harus kontinue dilakukan sarasehan seperti ini supaya memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa korupsi terus diawasi”, lanjutnya
“Memang di Indonesia khususnya, proses yang membuat korupsi adalah proses birokrasinya yang sangat sulit. Ada kata-kata yang sangat menggelitik dalam proses birokrasi yakni kalau bisa diperlambat, kenapa dipercepat”, ungkapnya.
“Hal-hal ini lah yang membuat orang untuk melakukan transaksional koruptif dengan cara apapun sistematisnya akan terus terjadi seperti itu maka satu-satunya jalan, harus dilakukan pengawasan terutama setiap pengambil kebijakan mungkin di DPRD juga pasti ada anggaran-anggarannya harus terbuka kepada masyarakat, jelasnya.
“Ketika mereka akan melakukan penganggaran di bidang pembangunan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya kepada masyarakat maka harus diundang semua unsur baik stakeholder maupun aktifis dan masyarakat sehingga sama-sama mengawasi”, tegasnya.
Ketua DPC KAI Bogor Raya tersebut juga menyampaikan pesan dari Presiden KAI, Siti Jamaliah Lubis.
“Presiden KAI, ibu Siti Jamaliah Lubis menyampaikan salam kepada Presiden Obras dan Managing Partners BF dan Rekan, mudah-mudahan acara seperti ini bisa menjadi masukan dan pelajaran yang berharga bagi masyarakat”, ucapnya mengakhiri.
Sementara itu di tempat yang sama, Arifin selaku Presiden Obras menyampaikan terkait pelaksanaan Obras edisi 4.
“Obras edisi 4 dalam rangka memperingati hari antikorupsi sedunia, alhamdulillah berhasil, narasumber hadir, cuman KPK tidak bisa hadir namun memberikan salam karena memang waktunya bersamaan dengan kegiatan mereka di Surabaya begitu juga dengan kejaksaan”, terangnya.
Arifin melanjutkan, “Alhamdulillah pesertanya, Kepala Sekolah, Ketua Osis, BEM, guru-guru se-Kota Bogor juga Ormas, hadir”, paparnya.
“Artinya tarjet kita dalam rangka memperingati hari antikorupsi sedunia ini tercapai”, pungkasnya (*)