KOTA BOGOR – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Komisariat Universitas Ibn Khaldun Bogor berunjuk rasa di depan Balaikota Bogor, mereka mempertanyakan janji Walikota Bogor dalam hal penataan PedaganG Kaki Lima (PKL) yang menjadi skala prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. (16/10)
Relokasi PKL yang sedang digalakan Pemkot Bogor menurut mahasiswa hanyalah kejar taget belaka, dan gagal dalam implementasinya. Banyak para PKL mengeluh karena lokasi yang menjadi tempat relokasi cenderung sepi pengunjung yang mengakibatkan turunya pendapatan para PKL.
“Program penataan PKL oleh Pemkot Bogor kami nilai telah gagal, dan Pemkot Bogor harus mengevaluasi program tersebut,” ujar Peserta aksi.
Para mahasiswa berharap Pemkot Bogor serius dalam menata PKL, yang notabene nya merupakan pedagang kecil, jangan sampai relokasi PKL hanya kejar target namun menjadi beban bagi pedagang kecil (PKL-red).
Dalam aksi tersebut mahasiswa pun menuntut.
1. Meminta Pemkot Bogor mengevaluasi total program penataan PKL Kota Bogor yang sangat merugikan pedagang kecil.
2. Mendesak Walikota Bogor untuk memberi teguran keras kepda direksi PD. Pasar Pakuan Jaya yang telah mengeluarkan surat edaran penertiban PKL di depan blok B Pasar Kebon Kembang tanpa memberi Solusi terhadap PKL.
3. Meminta PD. Pasar Pakuan Jaya memperhatikan kesejahteraan pedagang binaan dengan memberikan tempat yang layak. (*)