BOGOR – Sejumlah pemeran pembantu atau talent figuran mengeluhkan perlakuan tidak adil yang mereka terima dari pihak rumah produksi sinetron yang tayang di salah satu televisi swasta. Keluhan tersebut mencakup pemberian konsumsi yang tidak layak hingga janji kenaikan bayaran yang tidak pernah direalisasikan.
Salah satu pihak yang menyuarakan keluhan tersebut adalah R. Surya Angga Kusuma. Ia menceritakan awal mula persoalan yang dialami saat mengantar istrinya yang menjadi peran pembantu di sinetron yang tayang di salah satu televisi swasta.
“Awal saya mengantar istri saya menjadi peran pembantu film, dan saat sarapan pagi yang didapat itu kita diberi kupat sayur yang kupatnya diduga dibuat dari beras palsu seperti sterofoam, dan hampir semua peran pembantu di sana komplain, namun tidak digubris oleh pihak terkait. Tidak ada klarifikasi juga, istri saya juga memakan sedikit lalu dimuntahkan,” ujar Surya dalam keteranganya yang diterima redaksi, Ahad (11/1).
Tak hanya itu, Surya mengaku dirinya juga sempat terlibat syuting sinetron lain sebagai figuran. Ia dipercaya memerankan sopir taksi dalam sinetron yang juga akan tayang di salah satu televisi swasta.
“Karena menghantarkan istri, kebetulan diajak syuting menjadi sopir taksi di film sinetron, ada dialog dan full fighting bersama Marcel Chandra Winata. Saya bilang sama yang bertanggung jawab yang hubungi saya, bahwa sepakat akan menaikkan budget yang diajukan walau saya tidak meminta nominal,” katanya.
Menurut Surya, adegan yang dijalaninya cukup berat karena melibatkan dialog dan adegan fisik. Ia bahkan mengaku menerima pukulan dan tendangan sungguhan demi hasil akting yang maksimal.
“Saya hargai untuk dinaikkan dari harga yang sebelumnya, sudah Alhamdulillah. Kenapa saya minta naikkan, karena ada adegan fight dan dialog, badan saya pun dipukul, ditendang beneran, tapi tidak apa-apa agar maksimal dalam film,” ucapnya.
Namun, janji kenaikan bayaran tersebut ternyata tidak pernah terealisasi. Surya mengaku sudah mendapat jawaban bahwa kenaikan honor akan diusahakan, namun pada kenyataannya tidak ada perubahan.
“Mereka chat saya juga jawabannya iya akan dinaikkan, seperti pemeran – pemeran yang lainnya, dan bilang diusahakan, tapi kenyataannya nihil pengajuannya itu. Tapi setelah mereka transfer ke saya, harga honor tidak berubah,” ungkapnya.
Ia pun merasa disepelekan dan tidak dihargai secara profesional. Upaya menghubungi pihak-pihak terkait juga tidak mendapat respons.
“Itu yang buat saya disepelekan dan tidak dihargai, malah saya chat satu per satu enggak ada komentar, akhirnya saya marah-marah di grup,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Surya berharap persoalan ini bisa mendapat perhatian serius dan diselesaikan melalui jalur hukum.
“Saya minta tolong agar urusan ini bisa ditangani dan diselesaikan oleh pihak berwajib. Banyak pihak yang kecewa, memang banyak orang butuh makan dan banyak pihak yang diam saja karena tidak berani, tapi saya siap untuk menyuarakan teman-teman peran pembantu,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa para pemeran pembantu adalah manusia yang bekerja dan berakting untuk mendukung kualitas produksi.
“Mereka juga manusia, dan mereka juga akting. Malah kalau artis dijaga, kalau peran pembantu dicuekin, padahal kebutuhan mereka juga bisa memaksimalkan film tersebut,” pungkas Surya. (DR)*