JAKARTA – Saling lempar pembelaan di media massa terkait polemik obrolan pesan Pimpinan KPK, Johanis Tanak dengan Kepala Biro Hukum Ditjen Minerba Kementerian ESDM membuat Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni angkat bicara.

Sahroni meminta diselesaikan secara kenegaraan di hadapan DPR Agar lebih transparan, tidak menimbulkan drama sehingga membuat gaduh.

“Selesaikan secara hubungan kelembagaan, duduk bersama di DPR. Jika merasa informasi tersebut tidak benar, sampaikan pembelaan dan klarifikasi di hadapan kami. Mari sama-sama kita verifikasi kasus ini agar cepat menemui kejelasan,” ujar Sahroni dikutip dari medcom. id, Jumat (14/4)

Baca Juga  3 Oknum Anggota TNI AL Jalani Rekonstruksi Kasus Penembakan Bos Rental Mobil

Tak hanya polemik chat tersebut, lanjut Sahroni, namun juga sejumlah kekisruhan yang terjadi di lembaga anti rasuah tersebut.

“Biar rakyat lihat dan dengar langsung. Lalu hasilnya kami akan rekomendasikan untuk proses lebih lanjut bila ada pelanggaran” tukasnya.

Sebelumnya, percakapan Johanis dengan Idris tersebar di media sosial Twitter. Dalam pesan yang beredar, Johanis dan Idris membicarakan masalah keuangan. Wakil Ketua KPK itu ingin membuka bisnis baru untuk memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta.

Baca Juga  Pakar Hukum Dukung Rencana Kapolri Rubah Dittipidkor Menjadi Kortas

Johanis mengamini chat tersebut merupakan pembicaraannya dengan Idris. Diskusi mereka disebut terjadi pada Oktober 2022. (*/DR)