JAKARTA – Komnas HAM memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit, karena berani terbuka ataupun transparansi dalam menangani kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dengan dibentuknya tim khusus dengan melibatkan Kompolnas dan KomnasHAM.
Tim khusus ini mulai bergerak menyelidiki peristiwa tewasnya Brigadir J dalam insiden saling tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara resmi telah membentuk tim khusus yang terdiri dari tim internal dan tim ekternal yang terdiri dari Komnas HAM serta Kompolnas.
Pembentukan tim gabungan ini bertujuan untuk menemukan titik terang terkait insiden penembakan yg terjadi di kediaman Kadiv Propam Polri. Hal ini juga menjadi wujud keterbukaan dan objektivitas Polri sehingga mempercayakan Komnas HAM dilibatkan dalam kasus tersebut.
“Pak kapolri dengan spirit keterbukaan, mengumumkan membentuk tim khusus yang salah satunya mengajak kami di eksternal, Komnas HAM, kami melihatnya ajakan ini adalah spirit keterbukaan dan kepercayaan kepada Komnas HAM kami mengucapkan terima kasih atas hal itu,” ujar Perwakilan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam, saat konferensi pers di Ruang Nagara Janottama, Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/7).
(DR)