
“Kaitan dengan persiapan kewenangannya ada di KONI Jabar, kita KONI Kabupaten Bogor hanya sebatas memfasilitasi atlet mana yang akan dipakai oleh KONI Jabar untuk ditampilkan di PON Papua 2021. Tugas kami hanya menyiapkan atlet terbaik, rencana akan ada 103 atlet, 22 pelatih dan 22 asisten untuk PON di tahun mendatang. Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten dengan kontribusi atlet terbanyak di Jabar,” jelas Ketua KONI Kabupaten Bogor.
Junaedi menegaskan, menyambut adaptasi kebiasaan baru (New Normal), saat ini pihaknya masih menunggu arahan Bupati Bogor Ade Yasin. Untuk tetap menjaga prestasi atlet, dan kesehatan para atlet kunci utama adalah dengan meningkatkan kedisiplinan. Dengan disiplin pretasi dapat diraih dengan optimal.
“Sementara ini belum ada arahan dari Bupati Bogor berkaitan dengan olahraga di masa new normal. Apapun arahan beliau kita akan penuhi, untuk meningkatkan protokol kesehatan kita terus lakukan dengan memberikan bantuan baik alat kesehatan, disinfektan, masker dan lainnya untuk para atlet,” tuturnya.
Lanjut Ketua KONI Kabupaten Bogor, ia mengaku optimis Stadion Pakansari dapat dipilih sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20. Karena hingga saat ini belum ada informasi remsi dari FIFA terkait tidak terpilihnya Stadion Pakansari sebagai venue Piala Dunia U-20 tahun mendatang.
“Kami himbau para atlet untuk terus meningkatkan prestasi dan semangat olahraga. Jangan berkecil hati dulu karena berdasarkan informasi yang saya dapatkan informasi ini belum valid, karena belum ada surat resmi dari FIFA belum turun. Saya yakin Pemkab Bogor telah membentuk tim khusus karena ini bukan main-mai. Saya yakin masih punya rasa optimis akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di tahun 2021,” tukasnya.
(Deddy)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !