
KPP menegaskan bahwa Dewan Pendidikan harus bebas dari kepentingan politik.
“Dewan Pendidikan bukan ruang kompromi politik, bukan pula tempat menitipkan loyalis kekuasaan. Jika proses awalnya sudah diragukan, maka seluruh hasilnya kehilangan moral dan kepercayaan publik,” tegas mereka.
KPP Bogor Raya memastikan akan terus mengawal persoalan ini. Mereka membuka kemungkinan melakukan advokasi publik, pengaduan resmi, hingga aksi terbuka jika Panitia Pemilihan dan Pemerintah Kota Bogor tetap bungkam.
“Transparansi adalah harga mati. Pendidikan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir elit. Kota Bogor berhak atas Dewan Pendidikan yang bersih, independen, dan bermartabat,” tutup Beni. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !