Iwan menambahkan, setelah mengunjungi beberapa rumah sakit swasta, ternyata sudah memenuhi aturan tersebut. Di Rumah Sakit EMC Sentul, disediakan untuk pasien Covid, sudah melebihi 30 persen, dan rumah sakit swasta pun mulai sibuk melayani pasien Covid. ia pun mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan di RS EMC Sentul.

“Selanjutnya, di RSPG Cisarua, juga sudah memenuhi, bahkan sudah di angka 50 persen. Dari 177 kamar, alokasi kamar yang diperuntukan untuk pasien Covid sebanyak 91 kamar, dan di RSPG ini bisa menambah hingga 60 persen jika terjadi lonjakan kasus. Namun ada juga kendala di sini seperti jumlah tenaga kesehatan, karena beberapa juga sudah ada yang terpapar Covid,” tambahnya.

Baca Juga  Headline Bogor | PKBM Disdik Kabupaten Bogor Catatkan 6.322 Santri Ikuti Pembelajaran Akademik

Maka kami, lanjut Iwan, meminta solusi kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan rekrutmen tenaga kesehatan. Jika di RSPG meminta, kami akan berikan. Kendala lainnya adalah klaim anggaran yang belum dibayar Kementerian Kesehatan, dan memang ini menjadi kendala juga di RSUD. Maka saya meminta kepada pemerintah pusat untuk segera membuka anggaran untuk mencairkan klaim yang sudah diajukan.

Baca Juga  Doel Samson : Dugaan Minus 8 M, BUMD PT. PPE Jadi Pertanyaan | Headline Bogor

“Intinya saat ini kita harus merapatkan barisan, karena ujung pertahanan kita adanya di rumah sakit, kita harus perkuat rumah sakit yang ada di Kabupaten Bogor. Bila perlu jika ada permohonan bantuan dalam penanganan pasien Covid kami siap berikan. Misalnya harus mendirikan tenda jika pasien mulai tidak tertampung, karena di beberapa RSUD kami sudah mendirikan tenda, sebab pasiennya terus bertambah sementara ruangannya sudah penuh,” terang Wabup Iwan. (*)