KOTA BOGOR — Ramainya perbincangan publik terkait lirik lagu berbahasa Sunda yang diciptakan oleh Saepul Bahri Binzen menuai respons pro dan kontra dari berbagai pihak. Menyikapi polemik tersebut, LBH Ansor Kota Bogor menilai lirik tersebut berpotensi menimbulkan irisan serius dengan isu gender.

Ketua LBH Ansor Kota Bogor, Dita Aditya, menegaskan perlunya penyelesaian yang jelas agar polemik tidak terus berlarut.

Baca Juga  Headline Nasional | 10 Ribu Sukarelawan Peroleh Dukungan Asuransi Bank Danamon

“Kami menilai lirik kontroversial ini harus ada selesainya, agar kemudian tidak menjadi gaduh dan menimbulkan persepsi liar tentang makna dan arti dari lirik tersebut,” ujar Dita dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Kamis (2/7).

Menurut LBH Ansor Kota Bogor, lirik lagu tersebut secara umum menggambarkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan, namun cenderung melemahkan eksistensi perempuan.

Baca Juga  Headline Nasional | KND Bukti Penghormatan Pemerintah Dalam Pemenuham Hak - Hak Disabilitas

“Lirik yang diciptakan tersebut lebih tendensius melemahkan eksistensi perempuan dan dapat berpotensi menimbulkan permasalahan hukum,” katanya.

LBH Ansor Kota Bogor juga menilai, dengan viralnya konten tersebut, aparat penegak hukum semestinya dapat bertindak proaktif.

“Seharusnya Aparat Penegak Hukum (kepolisian) sudah bisa membuat laporan model A, dengan membuka laporan polisi sendiri, karena ini sudah ramai dan terindikasi adanya dugaan muatan penghinaan sebagaimana Pasal 242 KUHP,” lanjut Dita.

Selain itu, LBH Ansor Kota Bogor menyampaikan somasi atau peringatan terbuka kepada Saepul Bahri Binzen. Langkah ini, kata mereka, merupakan bagian dari fungsi lembaga bantuan hukum sebagai kontrol sosial atas kegaduhan yang timbul akibat sebuah perbuatan.

Baca Juga  Headline Nasional | BATAN Lakukan Clean Up Daerah Terpapar Radiasi

“Bersama dengan ini juga kami menegur atau dalam bahasa hukumnya somasi kepada Saepul Bahri Binzen agar segera memulihkan hak-hak perempuan ke semula dan melakukan takedown terhadap konten tersebut,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, LBH Ansor Kota Bogor turut mengingatkan nilai-nilai keadilan dalam ajaran Islam.

Baca Juga  Headline Nasional | Sengketa Harta Gono - Gini Antara Mantan Suami dan Isteri Berakhir Di Meja Mediasi

“Merendahkan perempuan adalah praktik orang-orang jahiliyah,” ujar Dita, seraya mengutip hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim: “Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anak kalian.” (DR)