“Adapun tahapan SI OKE yakni kendala jarak dan waktu, penganggaran pembuatan sistem, ujicoba di dinas dan pilot project di 6 Puskesmas, implemasi di 101 puskesmas dan pusyankesja, pelatihan SIOKE, Monev perbaikan dan pengembangan”ungkapnya.

Untuk hasil dan manfaat SIOKE yakni layanan 3 in One ( KK, Akte Kelahiran, KIA,) bagi warga Kabupaten Bogor yang melahirkan di faskes, layanan diberikan paling lambat 5 hari kerja pasca melahirkan.

Bupati juga mengatakan Inovasi Pelayanan Publik yaitu Neng Titi Sehat (Layanan Langsung Tiga Satu Secara Hemat) untuk menjamin kemudahan pelayanan dokumen kependudukan bagi pasien pada unit pelayanan kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga  Headline Bogor | Berikut Himbauan dan Panduan Sholat Idul Fitri MUI Kabupaten Bogor

“Hasil dan manfaat meningkatnya cakupan kesehatan sehingga menurunkan AKI/AKB dan meningkatnya kepemilikan Dokumen kependudukan di Kabupaten Bogor, kebaruan inovasi neng tiru sehat sebagai inovasi pertama di Indonesia yang mengkolaborasi dua OPD kesehatan dan kependudukan,”ujarnya.

Adapun inovasi bentuk lainnya yaitu rumah sutra di Kecamatan Tamansari yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan potensi daerah agar memiliki nilai lebih. (*)