JAKARTA – Provinsi DKI Jakarta termasuk dalam daftar 50 kota terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19. Untuk itu Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengajak warga Jakarta untuk terus menjaga ketertiban dalam pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).

Predikat ini berdasarkan laporan berjudul Covid-19 City Safety Rankings Q2/2021: Benchmarking of Municipal Pandemic Response-Vaccines, Economy, Prevention, Governance, Safety yang diterbitkan Deep Knowledge Analytic (DKA).

“Jakarta masuk 50 kota terbaik. Kita bersyukur, sekalipun Jakarta interaksinya sangat tinggi. Karena orang dari mana pun transit di Jakarta,” ujar Ariza di Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (24/1) malam.

Baca Juga  RPJMN 2025-2029, Presiden: Perencanaan Pusat dan Daerah Harus Realistis

Ariza mengatakan, Jakarta merupakan kota yang sangat sibuk. Walau demikian, Pemprov DKI Jakarta bersama semua pihak untuk berpartisipasi dan berkolaborasi dengan baik mengendalikan pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, hingga kini Pemprov DKI Jakarta terus memperketat pengendalian pandemi dikarenakan penyebaran virus corona varian Omicron tengah meningkat.

Salah satunya, pada Minggu (23/1) malam, Satpol PP DKI Jakarta melaksanakan pengawasan sekaligus memberikan imbauan tegas dalam acara ANIMETOKU yang menampilkan Cosplay Anime di Mall of Indonesia (MOI), Jakarta Utara.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin menyatakan, pihaknya merespon cepat laporan warga dalam aplikasi Citizen Relationship Management (CRM) dengan menyiagakan personel bersama tim gugus tugas Covid-19 MOI, satgas Covid-19 Kecamatan Kelapa Gading ditambah petugas Polsek Kelapa Gading.

Baca Juga  Headline Nasional | Presiden Jokowi Perintahkan Sederhanakan Prosedur Penyaluran BLT dan Bansos

“Petugas memberikan imbauan di lokasi acara agar pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu, Satpol PP DKI Jakarta juga memberikan teguran tertulis kepada manajemen MOI atas kelalaian dalam pelaksanaan acara yang berlangsung sejak Sabtu (22/1).

Atas teguran tersebut, pihak penanggung jawab acara kemudian membatalkan acara on-stage dan anime competition serta melarang pengunjung menggunakan cosplay selama berada di area pameran dan mal. (*)