KABUPATEN BOGOR – Saat panen raya padi di Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Selasa, (4/8), Bupati Bogor, Ade Yasin meminta para petani untuk ikut asuransi atau kartu tani. Karena dari 40 kecamatan, terdapat 26 kecamatan diantaranya rawan bencana alam, baik itu banjir, tanah longsor, kebakaran, kekeringan maupun lainnya.

“Awal Tahun 2020, petani di Kecamatan Sukajaya menangis karena sawahnya yang belum masa panen rusak diterjang banjir bandang dan tanah longsor, oleh karena kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana maka saya sarankan para petani untuk mengikuti asuransi atau kartu tani,” kata Ade kepada wartawan, Selasa (4/8)

Alumni Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) ini menerangkan dengan mengikuti asuransi tani dan membayar iuran sebesar Rp 36 ribu perhektare maka akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta.

Baca Juga  Headline Bogor | Danrem 061 Suryakancana Serahkan Bantuan APD dan Beras Bagi Petugas Pemakaman

“Pemerintah pusat dan Pemkab Bogor mensubsidi asuransi tani ini hingga petani tinggal membayar Rp 36 ribu saja dari awalnya Rp 180 ribu perbulan, nanti kalau terjadi bencana alam hingga gagal panen maka mereka akan mendapatkan Rp 6 juta perhektare yang kalau dihitung-hitung bisa membayar capek kita saat bercocok tanam,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti menuturkan pada Tahun 2019 kemarin setidaknya ada 4.000 orang petani yang sudah mengikuti asuransi tani.