
“Kalau mau jadi berlian, harus tahan tekanan. Berlian terbentuk di perut bumi dengan suhu dan tekanan ekstrem,” ujarnya.
Selain memberikan beasiswa secara pribadi, Mentan Amran turut menyerahkan bantuan berupa 10 ekor sapi untuk digemukkan di lahan seluas 12 hektare milik pesantren.
”Ini dari negara (Kementerian Pertanian), bukan saya. Nanti 10 ekor sapi digemukkan. Kalau ada kebun seperti jagung, itu nanti bisa minta bantuan dari pusat,” ungkapnya.
Pendiri Pesantren Dea Malela, Prof. Din Syamsuddin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kontribusi Mentan Amran, yang dinilainya sebagai tokoh harapan bangsa.
“Mentan Amran merupakan cendekiawan masih muda berasal dari Sulawesi, bagaikan sang surya yang terbit dari timur. Inilah harapan Indonesia karena beliau sangat memiliki integritas, kapasitas, dan langkah-langkahnya cerdas, lugas dalam menegakkan disiplin, peraturan, dan mewujudkan swasembada pangan atas perintah Bapak Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !