KOTA BOGOR – Setelah PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan optimalisasi kawasan area stasiun di Jalan Nyi Raja Permas, Bogor Tengah, Kota Bogor (2 Agustus 2018) yang ini bertujuan mewujudkan program pemerintah tentang percepatan proyek strategis nasional melalui moda transportasi massal yang cepat dan efektif.
Walau tidak ada kerjasama dengan PD Pasar (Unit Ps. Kebon Kembang) secara lembaga seperti yang pernah diberitakan beberapa waktu lalu.
“Kita tidak ada kerjasama dengan PD Pasar terkait relokasi karena sebelumnya kita sudah melayangkan surat pemberitahuan untuk mengosongkan lokasi tersebut.” ujar Eddy (2 Agustus 2018).

Ditemui di ruangannya, Kepala Unit (Kanit) Pasar Kebon Kembang PD. Pasar Pakuan Jaya, Iwan Arief Budiman mengatakan pasca penertiban bangunan ruko di Jalan Nyi Raja Permas yang berada di tanah PT. KAI, sampai dengan saat ini ada beberapa para pedagang yang datang untuk berkonsultasi tentang tempat usaha (kios-red) yang ada di Ps.Kebon Kembang.
“Walau tidak ada komunikasi dengan PT. KAI, Pasca penertiban sampai dengan sekarang, namun ada beberapa pedagang yang datang untuk menanyakan kios yang berada di Ps. Kebon Kembang terutama di Blok A dan B,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, ada 5 pedagang yang datang dan ingin menyewa kios di Ps. Kebon Kembang terutama di Blok A dan Blok B.
“Jika tidak salah, ada 5 pedagang yang ingin menyewa kios di pasar ini (Kebon Kembang-red) namun lebih pastinya ada di PT. Javana,” tambah Iwan.
Sebagai informasi, pelaksanaan pembongkaran ruko yang dilakukan oleh PT. KAI, menurut Iwan PT. KAI kooperatif dengan melakukan pembongkaran di malam hari.
“Alhamdulillah, PT. KAI kooperatif untuk pelaksanaan pembongkaran dengan melaksanakannya di malam hari, kalau siang banyak debu hasil pembongkaran yang mengganggu pelaku usaha di pasar,” pungkas Iwan.
Deroy