KABUPATEN BOGOR – Pasca bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa desa di Kabupaten Bogor yang telah menutup akes ditribusi bantuan dan evakuasi kini satu demi satu dapat dibuka dan diakses, walau harus membuka jalur akses baru.
Bupati Bogor, Ade Yasin dalam kunjungannya di Desa Urug menerangkan, pembukaan akses baru yang dilakukan oleh tim penanggulangan bencana tidak lain untuk mempermudah distribusi bantuan bagi korban dan warga yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah, kondisi hari ini ke daerah sini sudah bisa dilalui, bahkan kita membuka akses baru, dan informasi pembukaan akses baru ini saya peroleh dari Pak Menteri PUPR agar mempermudah akses evakuasi dan distribusi bantuan, dan saya berani mempertanggungjawabkan dalam pembukaan akses baru ini, karena pembukaan akses ini sedikit menggunakan lahan petani yang berada disini, yang terpenting sekarang ini kan akses menuju lokasi terlebih dahulu,” tutur Bupati Bogor.
Untuk bantuan logistik, Bupati Bogor mengatakan, untuk saat ini cukup lancar untuk daerah – daerah yang telah dapat diakses yakni empat Desa, dan untuk dua desa yang belum bisa dibuka aksesnya, yakni Cisarua dan Cileuksa, ia memastikan akan berusaha dan mengintruksikan agar bisa diakses secepatnya.
“Alhamdulillah, dalam kunjungan hari ini saya membawa bantuan 30 gen set dari dermawan yang ingin membantu untuk 6 Desa, jadi setiap desa kita akan kirimkan bantuan 5 buah gen set untuk penerangan listrik warga,” tambahnya.


Untuk desa yang telah dibuka aksesnya, Buoati Bogor menghimbau kepada PLN untuk bisa turun ke lapangan, untuk bisa melihat kondisi di lapangan, karena penerangan disaat cuaca hujan dan dingin sangatlah diperlukan oleh warga yang terdampak bencana.
“Saya bersyukur, untuk logistik, kebutuhan makan para korban terdampak saat ini sudah terpenuhi, tidak ada yang kelaparan walau beberapa waktu lalu karena terkendala akses, sehingga pemenuhan beras untuk makan korban tidak sesuai dengan jumlah pengungsi,” katanya.
Untuk penanganan kesehatan untuk korban dan warga yang terdampak, ia telah mengintruksikan dinas kesehatan yakni dokter dan tenaga kesehatan untuk stanby di setiap wilayah atau desa. Untuk keluhan korban dan warga sendiri yakni flu, demam, pusing, serta gatal – gatal, dan sekarang sedang dalam penanganan tim medis.
Untuk lokasi relokasi bagi koran dan warga terdampak, ia telah meminta lembaga terkait, yakni BIG, Geopasial dan badan geologi untuk bisa mengindentifikasi daerah – daerah mana yang aman untuk relokasi.
“Jika sudah dipastikan aman, kita akan ajukan kepada Kementerian PUPR untuk bisa membangun untuk tempat relokasi warga, baik itu di lahan perhutani karena ibu Menteri telah mengizikan, dan yang terpenting warga aman, dan saya telah menanyakan kepada warga yang terdampak, jika dipindahkan apakah mau, dan Alhamdulillah mereka ternya mau,” tandasnya.
(Agil)

