KOTA BOGOR – Camat Tanah Sareal, Kota Bogor, Shahib Khan mengaku kecolongan dengan kegiatan pasar malam dan komedi putar yang berada di lapangan olahraga Pondok Rumput, Kebon Pedes Kota Bogor.

Menurut Sahib Khan, dirinya pernah didatangi Pebisnis (EO) Pasar malam, Suherman yang berencana menggelar pasar malam dan hiburan komedi putar bagi warga Pondok Rumput dan Kebon Pedes Tanah sareal.

Mengingat lapangan Pondok Rumput selama ini dijadikan sarana olahraga warga termasuk kegiatan kepramukaan dan Upacara siswa SD Negeri Pondok Rumput, Camat Sahib Khan mengaku mencari tempat alternatif yaitu di Kubang Blender Kebon Pedes yang jaraknya pun tak jauh dengan lapangan Pondok Rumput.

“Namun tanpa koordinasi dengan saya selaku atasannya, lurah Kebon Pedes, Wildan sudah memutuskan kegiatan pasar malam digelar di lapangan Pondok Rumput setelah pihak kelurahan rapat dengan para Ketua RW dan LPM Kebon Pedes, “jelas Camat Sahib Khan kepada awak media, Kamis (10/11).

Camat Sahib, sebenarnya sudah memprediksi sarana olahraga yang digunakan kegiatan pasar malam dan hiburan permainan Korsel , akan berdampak terhadap aktivitas warga jadi terganggu . Dampak lainnya adanya rebutan zona parkir motor pengunjung pasar malam yang tidak dikelola secara baik sehingga batas wilayah RW disekitaran area pasar malam menjadi batasan penguasaan parkir liar.

“ Ya ini jadi catatan bagi Lurah Wildan sebelum mengambil keputusan , seharusnya berkoordinasi dengan pihak kecamatan Tanah Sareal. Meski demikian , saya harus mengamankan sebuah keputusan Lurah Wildan,” ujarnya

Kegiatan Pasar Malam yang dibuka sejak dua minggu lalu dan berakhir tanggal 30 November 2022 mendatang itu, bukan saja menyedot perhatian warga di wilayah Kecamatan Tanah Sareal melainkan warga Bogor lainnya terus berdatangan baik menikmati aneka hiburan maupun hanya sekedar ingin tau sambil menikmati makanan jajajan produk UKM Binaan LPM Kebon Pedes maupun UKM yang berjualan di dalam area Pasar Malam tersebut.

Baca Juga  Pastikan Tak Ada Kerumunan di Perayaan Cap Go Meh, Polresta Bogor Kota Terjunkan 400 Personel

Terlebih pada akhir pekan, pendapatan uang dari komedi putar dan permainan ketangkasan di pasar malam diperkirakan Rp.10 juta /hari. Walaupun di bulan November sudah memasuki musim penghujan. Lantas bagaimana dengan pajak retribusi yang harus disetor sebagai pemasukan PAD Kota Bogor ?

Untuk diketahui, setiap pengunjung yang ingin menikmati sensasi berbagai permainan di pasar malam , dikenakan tarif rata-rata Rp.15 ribu /sekali naik komedi putar atau dikenal sebutan korsel
Namun sayangnya, pihak kelurahan Kebon Pedes maupun LPM setempat tidak secara transparan membeberkan kontribusi apa yang diberikan terkait Renovasi Lapangan Pondok Rumput sebagai sarana olahraga warga maupun siswa SDN setempat.

“Ya konpensasinya jangan sebatas kebersihan lapangan. Nanti saya tanyakan ke lurah Wildan ,” kilahnya.

Camat Sahib Khan sangat setuju apabila pihak pengelola pasar malam dan hiburan korsel memberikan konpensasi bisnis pasar malam untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas olahraga di sana. Seperti memperbaiki lintasan lari dan jalan cepat dengan bahan matrial yang biasa digunakan selayaknya lapangan olahraga.

“ Jadi ada beberapa koreksi yang harus menjadi perhatian serius lurah Wildan bersama pihak EO Pasar Malam , seperti penataan parkir termasuk keamanan motor maupun helm pengendara. Jangan hanya rebutan Cuan Parkir tanpa memperhatikan keamanan kendaraan pengunjung termasuk penjaga parkirnya jangan sambil mabok .Ini saya dapat laporan dari warga.,” ujar Sahib.

Baca Juga  LAUNCHING & DEKLARASI BMB UNTUK EDGAR SURATMAN - SEFWELLY | Headline Bogor

Sementara beredar informasi, UKM yang berjualan di dalam area pasar malam , dikenakan biaya pungutan liar sebesar RP. 300 ribu selama kegiatan berlangsung. Padahal sejumlah tenda kerucut yang berlogo Pemkot Bogor dan bertuliskan UMKM , merupakan fasilitas gratis dan bukan untuk di sewakan.

Hal itu juga diperkuat pengakuan seorang pedagang UKM yang membenarkan adanya sewa tenda di area pasar malam.
“ Ya kami sewa tenda Rp.300 ribu pak ,” kata seorang pedagang ketika diklarifikasi.

Terkait dugaan pungutan liar termasuk siapa oknumnya , Camat Tanah Sareal Kota Bogor, Sahib Khan terlihat kaget namun dia berjanji bakal mempertanyakan kepada Lurah Wildan.

“Nanti saya konfirmasi terkait sewa tenda dan harus tranparan , uang sewa itu digunakan untuk apa lantas siapa yang menerima dan atas perintah siapa ,” jelas Camat Sahib Khan.

Bahkan isu yang beredar pihak pebisnis (EO) pasar malam,disepakati menyetor dana senilai Rp. 30 jutaan untuk kegiatan operasional kepada oknum.

“Informasi yang saya dapat, setiap RW di wilayah Pondok Rumput mendapat konpensasi uang. Soal besarannya dan apakah ada RW yang tidak menerima konpensasi uang itu akan kita telusuri ,” janji Sahib.

Beberapa permasalahan yang muncul disaat pasar malem digelar, tentu menjadi kajian agar pasar malam yang berakhir 30 November 2022 mendatang , pihak Kecamatan Tanah Sareal secara tegas tidak akan memperpanjang waktu pelaksanaan pasar malam dan hiburan korsel , di lapangan Pondok Rumput.

“ Apapun alasannya, saya tegaskan tidak akan diperpanjang waktu penyelenggaraan pasar malam. Ini kegiatan bisnis liar,” pungkas Sahib Khan.

(DR)