Vanessa memiliki motivasi dan kepedulian tinggi terhadap hal-hal kepemudaan walaupun disabilitas tetapi semangatnya tidak berkurang untuk mengunjungi Indonesia. “Ini menjadi contoh, masukan dan perhatian bersama bahwa Kemenpora dan para pemuda Indonesia yang menyandang disabilitas tetapi memiliki potensi besar dan wawasan tinggi bisa untuk turut bergabung dalam program seperti ini,” ujar Wisler.
“Kita menyambut baik salah satu pemuda peserta asal Australia yang disabilitas agar bisa secara langsung merasakan datang ke Indonesia, ini juga menjadi wujud kerjasama pemerintah Indonesia-Australia memberikan ruang luas dan akses-akses kepada para pemuda tanpa membedakan latar belakangnya,” tambahnya.
Kemenpora berjanji program pertukaran pemuda kedepan akan memberikan porsi dan ruang kepada para pemuda Indonesia penyandang disabilitas yang memiliki motivasi tinggi dan mau memberikan masukan terhadap sesamanya. “Untuk kedepan saya kira kita juga akan memberikan ruang kepada para pemuda pusat dan daerah penyandang disabilitas untuk bisa berkompetisi setidaknya faham masing-masing negara dalam pelayanannya terhadap pemuda yang berkebutuhan khusus,” urai Wisler. (*)