KABUPATEN BOGOR – Polres Bogor berhasil mengungkap praktik produksi Minyakita palsu di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pelaku berinisial TRM ditangkap setelah pihak kepolisian menerima laporan terkait kecurangan dalam distribusi Minyakita di wilayah hukum mereka.
Wakapolres Bogor, Kompol Rizka Fadhila, mengungkapkan bahwa pelaku sengaja menggunakan label kemasan Minyakita tanpa mencantumkan berat netto yang sebenarnya.
“Pelaku sengaja memproduksi minyak goreng merk Minyakita menggunakan label kemasan yang tidak mencantumkan berat netto pada kemasan,” ujar Rizka kepada wartawan.
Lebih lanjut, Rizka menjelaskan bahwa selain menggunakan label palsu, TRM juga mengurangi volume minyak dalam kemasan yang seharusnya berisi satu liter menjadi hanya 0,75 hingga 0,80 liter.
Berdasarkan hasil penyelidikan, TRM memperoleh minyak goreng dari berbagai pemasok minyak sawit curah yang berasal dari Jakarta, Cikarang, dan Tangerang, Banten, dengan sistem pembayaran di tempat.
“Kemudian, bahan baku dibawa ke lokasi untuk dilakukan repacking dengan peralatan yang telah disiapkan,” jelas Rizka.
Minyakita palsu tersebut kemudian diedarkan ke berbagai wilayah, mulai dari Bogor hingga Lampung, dengan harga Rp15.500 per pcs. Dari aksinya ini, TRM diketahui telah mengantongi keuntungan hingga Rp600 juta dengan total penjualan mencapai 96 ton.
Meski pelaku mengaku baru beroperasi sejak 9 Februari 2025, pemilik lokasi mengungkapkan bahwa gudang telah disewa sejak 24 Januari 2025, sehingga ada dugaan aktivitas ilegal ini sudah berlangsung lebih lama.
Dalam penggerebekan di gudang produksi, polisi berhasil mengamankan berbagai barang bukti, diantaranya, 2 mesin pengisian minyak, 1 mesin pengemasan minyak, 1 mesin pengemasan kardus, 8 wadah berkapasitas 1.000 liter berisi minyak goreng, 4 drum plastik biru.
Atas perbuatannya, TRM dijerat dengan pasal berlapis dan terancam hukuman penjara hingga 12 tahun. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk minyak goreng dan memastikan keaslian kemasannya. (*)