Pragmatisme dan hedonisme tumbuh menjadi mentalitas mereka akhirnya, makna transender dari hidup jadi sirna, tanpa disadari kampus menjadi cikal bakal supplier utama koruptor untuk negeri ini.
Dan bagiku peran kampus seharusnya mampu mencetak manusia-manusia yang sempurna dengan penempaan (aktualisasi potensi) melalui wadah organisasi kemahasiswaan sesuai dengan bidangnya untuk asistensi bagi kemajuan bangsa yang dinilai sebagai pendukung Tridhrama perguruan tinggi. Sehingga bakat minat mahasiswa dapat dihidupkan. Dan potensi intellectual qoutient (IQ), emotial qoutient (EQ), dan spiritual qoutient (SQ) tumbuh dengan baik.
Terakhir Perguruan Tinggi ditengah kondisi bangsa yang pelik harus memiliki sikap maupun Mahasiswa di Indonesia harus mampu menegaskan posisinya bagi supremasi pembangunan negeri karena peradaban yang pesat adalah ciri adanya integrasi antara SDM yang mempuni serta sistemasi yang memadai.