
BADUNG – Dalam proses pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yng hilang kontak, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jendral TNI Achmad Riad mengatakan, telah mengerahkan 400 personel TNI dengan 5 KRI dan satu helikopter.
“Ada 5 KRI dan satu helikopter yang melakukan operasi pencarian dengan kekuatan yang lebih dari 400 orang, juga KRI Rigel sedang bergerak yang dulu pernah kita libatkan pada pencarian Sriwijaya Air,” kata Achmad Riad dalam konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, (22/4).
Dan ia pun membenarkan kejadian hilang kontak dari KRI Nanggala-402 kurang lebih sekitar 60 mil di utara perairan Bali. Adapun kronologisnya pada pukul 03.45 KRI Nanggala melaksanakan penyelaman. Kemudian pukul jam 04.00 melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8 dan bukan rudal.
Kemudian, kata Achmad Riad, itu merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25 saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.
Selain itu, Kapuspen menjelaskan temuan-temuan terkait beredarnya pemberitaan tentang kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak. Temuan pertama yang mengatakan ada penemuan tumpahan minyak dan solar di beberapa lokasi yang berbeda.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !