KOTA BOGOR – Gelombang kritik terhadap kinerja Pemerintah Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, kian menguat. Sorotan tajam kali ini datang dari Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Kota Bogor, Toni, yang menilai kinerja Lurah Kebon Kelapa jauh dari harapan dan gagal mencapai target pembangunan yang substansial.

Dalam keterangan resminya kepada awak media, Jumat (19/12), Toni menegaskan bahwa kepemimpinan Lurah Kebon Kelapa saat ini dinilai “mandul” dalam mengeksekusi program-program strategis Pemerintah Kota Bogor di tingkat wilayah.

Menurutnya, kegagalan mencapai target bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan cerminan lemahnya kemampuan manajerial pimpinan wilayah.

HPPMI Kota Bogor bahkan memberikan rapor merah terhadap kinerja Kelurahan Kebon Kelapa sepanjang tahun ini. Sejumlah target prioritas disebut meleset, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga penataan lingkungan yang dinilai masih semrawut. Kondisi tersebut menunjukkan lurah dianggap tidak memiliki sense of crisis terhadap persoalan di wilayahnya sendiri.

Baca Juga  Moh. Nur Sukma : Ijtima Ulama II Wujud Persatuan Ummat Untuk Kemenangan Di 2019 | Headline Bogor

Toni juga menyoroti dua persoalan utama dalam kepemimpinan Lurah Kebon Kelapa. Pertama, minimnya inovasi pelayanan karena kelurahan dinilai terjebak dalam rutinitas birokrasi yang kaku sehingga respons terhadap keluhan warga berjalan lambat. Kedua, sikap anti-kritik dan tertutup terhadap masukan, khususnya dari kalangan pemuda dan mahasiswa.

“Saya sangat menyayangkan sikap Lurah yang pasif. Dana Kelurahan (Dankel) yang seharusnya bisa menstimulasi kegiatan kepemudaan dan UMKM, realisasinya tidak jelas dan tidak tepat sasaran. Ketika dikritik, bukannya memperbaiki diri, malah terkesan resisten,” ujar Toni.

Lebih lanjut, Toni mendesak Camat Bogor Tengah dan Wali Kota Bogor agar tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Lurah Kebon Kelapa, bahkan membuka opsi penyegaran jabatan melalui mutasi apabila terbukti tidak mampu mengejar ketertinggalan target di sisa waktu yang ada.

Baca Juga  Hari Ketiga Operasi Patuh 2022 , Sebanyak 40.606 Pelanggar Berhasil Ditindak

Ia menegaskan, wilayah sentral seperti Kebon Kelapa membutuhkan figur pemimpin yang kompeten dan responsif. Apabila dalam waktu dekat tidak terlihat perbaikan kinerja, HPPMI Kota Bogor menyatakan siap mengambil langkah lanjutan, termasuk aksi turun ke jalan untuk menuntut evaluasi jabatan lurah.

Kritik keras dari elemen pemuda ini menambah daftar pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bogor dalam membenahi tata kelola birokrasi di tingkat kelurahan agar lebih responsif, inovatif, dan berorientasi pada prestasi pelayanan publik. (DR)