KABUPATEN BOGOR – Relawan Bela Alam (RBA) yang terdiri dari 30 orang, di awal mendapatkan informasi melalui kerabat terdekat yang berada di wilayah Bogor Barat adanya bencana banjir bandang dan tanah longsor merespon cepat dengan turun ke lokasi pada tanggal (1/1) dengan fasilitas dan alat seadanya Relawan Bela Alam langsung membuat jalan pintas dengan membuat akses jalan setapak menuju desa terisolir pasca bencana banjir bandang serta longsor di wilayah Kecamatan Nanggung, Sukajaya, Cigudeg, Jasinga Kabupaten Bogor. (7/1).

Saat pembukaan akses jalur, Tim RBA dari Jasinga langsung ke kampung Banar membuka akses jalan melalui jalur Nanggung, dirasakan sudah ada relawan lainnya masuk, Tim RBA bergeser kelokasi Ciputih Tonggoh Desa Jaya Raharja Gunung Hanarusa untuk mencoba membuka jalan tembus ke Desa Pasir Madang dengan jalan setapak relatif curam relatif dan bahaya.

“Lalu Tim RBA memilih membuka jalur Suka mulih menuju Pasir Madang dengan jarak tempuh kurang lebih 2 kilo Meter dengan akses jalan setapak, setelah tembus Sukamulih arah Desa Pasir Madang dengan jalan kaki, disusul oleh relawan lain, Tim RBA juga membuat jalur tembusan Kampung kembang dan warga pun sudah mengungsi ke kampung Ciraos Desa Pasir Madang, dan jalan kampung Cikesel yang posisinya di lembah bawah Desa Pasir Madang,” terang Eko Wiwid selaku Koordinator Relawan Bela Alam.

Baca Juga  Seorang Kakek tiba-tiba Meninggal Saat Berada di SPBU Cibinong

Tambah Eko Wiwid, “Kami sangat berduka bagi warga yang terkena dampak pasca bencana longsor serta banjir bandang, kami tidak bisa berbuat banyak hanya mencoba membangun komunikasi dengan warga apa yang bisa tim kerjakan, karena tim punya keterbatasan fasilitas tetap kami beserta tim ingin membuat yang terbaik bagi bangsa dan negara khususnya buat saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana,” tambahnya.

Baca Juga  KPAI Investigasi Duel ala Gladiator di Rumpin-Bogor Hari Ini, Ada Kejanggalan Apa?

“Mungkin kedepannya di penanggulangan bencana Tim membuat gerakkan untuk membangun komunikasi mengajak seluruh element masyarakat mengajak melakukan penghijauan dengan menanam pohon di area yang memang seharusnya menjadi hujan,” Harap Eko Wiwid.

(Agil)