KABUPATEN BOGOR – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga menargetkan revitalisasi Pasar Cisarua bisa rampung sebelum akhir tahun 2019. Namun, ibarat ‘jauh panggang dari api’, upaya peralihan konsep modern pasar tradisional tersebut harus mangkrak karena terkendala biaya.

Berdasarkan informasi, bantuan yang dikucurkan pun hanya Rp10 miliar dari total kebutuhan Rp. 30 miliar lebih. “Berdasarkan progress revitalisasi Pasar Cisarua yang dilaporkan oleh kontraktor, pembangunannya sendiri sudah lebih dari 50 persen. Ya, kami selaku user (pengguna) berharap bisa rampung sesuai jadwal,” ungkap Direksi PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan kepada wartawan, Selasa (12/11).

Menurutnya, baik pihaknya maupun Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Bogor revitalisasi Pasar Cisarua yang mulai dikerjakan pada bulan Agustus dapat selesai sesuai dengan jadwal.

Baca Juga  Headline Bogor | Jelang Pergantian Tahun, Polsek Ciampea Sita Ratusan Botol Miras dan Petasan

Menurut Haris perampungan pasar di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu, lebih kepada penyelesaian satu blok terlebih dahulu dari target empat blok yang dibangun. “Memang diakhir tahun ini baru satu blok dulu yang akan dibangun. Untuk tiga blok lainnya akan dimulai pada tahun 2020,” tuturnya.Dirinya pun menambahkan, sebenarnya pihak kontraktor menyarankan adanya pengurangan los pedagang, namun, dirinya menolak usulan tersebut. Hal itu dikarenakan banyaknya jumlah pedagang yang akan terkena imbas dari pengurangan tersebut.

Baca Juga  Headline Bogor | Pemkab Bogor Berikan Insentif Untuk Guru Non PNS dan Pelaku Pembangunan

“Secara garis besar jumlah kios itu ada 269 kios, sementara untuk los mencapai 48 kiis. Jika, opsi itu dilakukan bisa jadi para pedagang yang tidak mendapatkan unit malah akan berdagang di luar areal pasar, dan malah menimbulkan kemacetan disekitar pasar. Itulah kenapa saya menolak opsi tersebut,” tambahnya.

Seperti diketahui, pembangunan ulang Pasar Cisarua merupakan penuntasan janji yang diucapkan Ridwan Kamil, ketika kampanye Pemilihan Gubernur Tahun 2018. Ketika itu Emil berjanji, saat terpilih jadi orang nomor satu di Pemprov Jawa Barat, Pasar Cisarua yang kondisi bangunannya tua akan direvitalisasi atau dibangun ulang. (*)