Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar Dadan Hidayat mengatakan, ubi jalar yang diekspor ini merupakan varietas terbaik di dunia. Sifatnya yang adaptif atau bisa tumbuh di mana pun menjadikan ubi jalar sebagai produk unggulan.

“Ini baru di satu desa, kita targetkan di desa lain di Jabar juga mengekspor karena sifat ubi jalar yang adaptif bisa tumbuh di mana pun. Ubi jalar asli Jabar adalah yang terbaik di dunia,” ucap Dadan.

Ia pun berujar, ekspor komoditas ubi jalar merupakan salah satu implementasi Gerakan Eksport Tiga Kali (GRATIEKS) Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jabar. Tiga komoditas ekspor pertanian Jabar dalam gerakan tersebut antara lain ubi jalar, beras organik, dan porang.

Baca Juga  Headline Jawa Barat| Hari Pramuka ke-58 Tingkat Jabar di Kabupaten Bogor Pecahkan Rekor MURI

“Jabar merupakan kontributor utama peringkat satu nasional dengan kontribusi mencapai 28,26 persen,” kata Dadan.

Total luas lahan pengolahan ubi jalar di Jabar saat ini seluas 22 ribu hektar dengan luas panen yang sama dan total produksi mencapai 547.879 ton. Sementara lima daerah di Jabar sebagai sentra utama ubi jalar berada di

Baca Juga  Headline Jabar | Ini Empat Wilayah di Jawa barat Akan Menggelar PTM

Garut, Kuningan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung.

Dadan menuturkan, kebutuhan ubi jalar per orang per kapita per tahun di Jabar hanya tiga kilogram. Sementara potensi produksi Jabar mencapai 540 ribu ton.

“Untuk kebutuhan lokal Jabar saja untuk dikonsumsi totalnya hanya 150 ribu ton saja jadi sisanya untuk proyeksi ekspor,” ucapnya. (*)