Lebih jauh Budiansyah bercerita, sebelum adanya wabah virus corona keadaan sekolah sudah terlihat kumuh terkesan tak terurus. Padahal jika dilihat dari usianya gedung sekolah ini pernah di bangun beberapa tahun lalu, namun bangunan bangunan tersebut terlihat cepat rusak.
“Kami minta pihak terkait hal ini Dinas pendidikan Kabupaten Bogor untuk segera memperhatikan untuk membangun gedung sekolah SDN Hambaro 03. Termasuk kualitas tenaga pengajar pun harus lebih ditingkatkan,” pintanya.
Gedung sekolah itu, sebanyak 4 ruangan berikut kantor, nampak dibeberapa titik bagian plafon gedung yang sudah rusak dan berlubang, akibat bocor saat hujan.
Sementara, Kepala sekolah, SDN Hambaro 03, Jumadi membenarkan keadaan sekolah yang sudah mengalami kerusakan cukup berat dan berdampak setiap tahunnya siswa yang belajar di sekolahnya mengalami penurunan.
Jumadi menjelaskan, semenjak kami disini dari tahun 2013 siswa binaannya sebanyak 80 murid, namun sekarang jumlah siswanya semakin berkurang tersisa hanya 40 murid.
“Alasannya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya sangat kurang lantaran kondisi bangunan sekolah tidak memadai.” jelasnya.
Meski begitu, ujar Jumadi, kondisi gedung sekolah yang jauh dari kata layak terpaksa masih digunakan untuk melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kerusakan gedung sekolah terjadi sudah lama, bahkan KBM pun mulai dari siswa kelas 1, hingga kelas 6 disekat sekat menggunakan 3 ruangan dengan cara di gabung.
“Sering kali diajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor namun informasinya tahun ini direncanakan gedung sekolah tersebut akan segera dibangun, masyarakat juga sangat mendukung harapan kami gedung sekolah ini bisa dibangun dengan layak.” Pungkasnya.
(Agil)