Sandi Ilham: RSUD Bukan Mesin Pencetak Laba, Fokus BLUD Tetap Pelayanan

Dok. Direktur Insan Cita Institut, Sandi Ilham.

Sandi menekankan, keterlambatan pembayaran klaim perlu menjadi bagian dari evaluasi ketika menilai kondisi keuangan rumah sakit. Menurutnya, defisit yang timbul karena pendapatan pelayanan belum diterima tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh persoalan bersumber dari pengelolaan keuangan RSUD.

“Defisit di sini bukan bermakna utang. Namun, cost biaya layanan yang belum diterima oleh RSUD,” katanya.

Di sisi lain, kondisi tersebut bukan berarti setiap defisit dapat langsung dinyatakan sebagai piutang atau seluruh kewajiban rumah sakit dapat diabaikan. Penilaian harus didasarkan pada pencatatan keuangan yang jelas, termasuk jumlah klaim yang belum dibayarkan, kewajiban kepada pihak ketiga, serta beban operasional yang harus dipenuhi.

Post ADS 1

Persoalan pembagian jasa pelayanan (jaspel) pegawai juga menjadi perhatian. Sandi mengingatkan bahwa jasa pelayanan berkaitan dengan hak dan kewajiban pegawai sehingga mekanisme pembagiannya perlu dipahami sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pembagian jasa pelayanan (Jaspel) itu seperti upah pungut, ada hak dan kewajiban pegawai,” ungkapnya.

Karena itu, Sandi mendorong agar persoalan keuangan RSUD dilihat secara objektif dan tidak hanya berpatokan pada istilah defisit atau utang. Keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan, pengelolaan anggaran, serta pemenuhan hak pegawai perlu diperiksa secara proporsional berdasarkan data dan dokumen keuangan. (DR)

Pages: 1 2Show All

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !